koranindopos.com – Jakarta. Banjir yang melanda wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa hari terakhir telah menimbulkan dampak yang cukup besar bagi masyarakat setempat. Berdasarkan laporan terbaru pada Senin (3/2/2025), satu korban ditemukan tewas, sementara enam orang lainnya masih dalam pencarian. Tim SAR dan pihak berwenang terus melakukan upaya penyelamatan dan pencarian korban yang hilang.
Hingga saat ini, satu orang telah ditemukan tewas akibat banjir yang menggenangi sejumlah daerah di Bima. Kondisi cuaca yang buruk dan arus sungai yang deras membuat pencarian korban yang masih hilang menjadi sangat sulit. Selain korban yang ditemukan meninggal dunia, tim SAR dan petugas lainnya masih berusaha menemukan enam orang yang dilaporkan hilang sejak bencana banjir terjadi.
Banjir besar ini disebabkan oleh hujan deras yang terus menerus mengguyur wilayah Bima dalam beberapa hari terakhir, mengakibatkan meluapnya sungai-sungai dan menggenangi sejumlah kawasan pemukiman dan fasilitas umum. Masyarakat setempat pun dikejutkan oleh kedalaman air yang naik dengan cepat, menyebabkan warga terjebak di dalam rumah mereka.
Pemerintah daerah Bima bersama dengan tim SAR gabungan, TNI, dan Polri telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi korban banjir. Upaya pencarian korban yang hilang masih terus dilakukan dengan melibatkan berbagai alat dan teknologi, seperti perahu karet, serta tim yang melakukan pencarian secara manual di lokasi-lokasi yang terendam.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memberikan peringatan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lebat dan banjir susulan yang masih berpotensi terjadi di wilayah Bima dalam beberapa hari ke depan.
Selain korban jiwa, banjir juga merusak infrastruktur penting seperti jalan raya, jembatan, dan rumah-rumah warga. Ribuan orang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara tim evakuasi dan bantuan terus bergerak menuju lokasi terdampak.
Warga yang terdampak banjir juga membutuhkan bantuan berupa pangan, pakaian, dan obat-obatan, yang kini sedang dikirimkan ke lokasi-lokasi pengungsian untuk meringankan beban mereka. Pemerintah setempat, dengan bantuan berbagai lembaga, berusaha memberikan penanganan terbaik untuk membantu korban banjir.(dhil)








