KOTA TANGSEL, koranindopos.com – Pencairan bantuan keuangan (bankeu) Provinsi Banten ke Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) macet. Pengajuan anggaran senilai Rp 30 miliar sejak Juni tersebut sedianya untuk pengadaan sarana dan prasarana kebutuhan Rumah Sakit Serpong Utara dalam penanganan Covid-19.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyatakan, pihaknya sudah mengajukan bantuan keuangan Rp 30 miliar. Berdasar informasi, bantuan yang akan diberikan menjadi Rp 25 miliar. ’’Saya lagi minta cari solusi. Sebab, pengadaannya melalui e-katalog semua. Jadi, masih ada waktu apakah digantikan dari BTT atau dari mana. Sekarang lagi dikerjakan aja. Bantuannya belum cair. Dari provinsi belum tersalurkan,’’ beber Benyamin kepada awak media di Serpong Rabu (13/10/2021).
Untuk memenuhi kekurangan Rp 5 miliar tersebut, pihaknya tengah mencari solusi. Dia sudah mengumpulkan setiap OPD agar pembangunan di Tangsel jangan sampai terhambat karena hal itu.
’’Bagaimanapun kondisinya, kesulitan dialami semua pihak. Saya lagi minta bapenda, BPKAD menelusuri. Cari solusinya. Kegiatan-kegiatan nonfisik itu mungkin bisa kami tunda. Sekarang itu diinventarisasi,’’ katanya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tangsel Warman Syanudin menyampaikan, anggaran penanganan Covid-19 saat ini tersisa Rp 33 miliar.
’’Bantuan Covid-19 aman alhamdulillah. Sekarang ada Rp 35 miliar. Eh, Rp 33 miliar karena diambil dinsos Rp 2 miliar. Anggaran Rp 93 miliar dari BTT untuk dana kedaruratan, termasuk untuk penanganan Covid-19. Saat ini, tinggal Rp 33 miliar,’’ ungkapnya Selasa (12/9). (fri/brg)










