Koranindopos.com – Jakarta. Kementerian Agama (Kemenag) segera membuka pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Program ini merupakan hasil kolaborasi Kemenag dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). PBSB bersumber dari Dana Abadi Pesantren.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, perubahan skema penganggaran PBSB yang terintegrasi dengan program beasiswa dari LPDP Kemenkeu dimulai tahun ini. Skema ini diharapkan semakin membuka banyak peluang bagi para santri yang ingin melanjutkan pendidikan dengan beasiswa.
Ali menjelaskan, langkah yang dilakukan Kemenag merupakan kolaborasi yang diperlukan dalam rangka penguatan skema penggunaan dana abadi pesantren dengan peningkatan SDM Pesantren. ”Insya Allah tahun ini dialokasikan Dana Abadi Pesantren sebesar Rp 80 miliar untuk 1.000 santri penerima PBSB,” jelas Ali dalam rilis Kemenag, Selasa (20/6).
Pernyataan Ali tersebut didasarkan pada laporan hasil Rapat Koordinasi Penyelenggaraan PBSB yang berlangsung di Bogor, 13-15 Juni 2023 lalu. Rakor tersebut diikuti Tim Pengelola Dana Abadi Pesantren bersama 34 perwakilan perguruan tinggi mitra PBSB dalam negeri, perwakilan LPDP Kemenkeu, Majelis Masyayikh, dan Asosiasi Ma’had Aly (Amali).
”Jika tidak ada kendala, pendaftaran PBSB akan dibuka secara online pada 3 sampai 13 Juli 2023,” ujar Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati itu. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp250 miliar untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pesantren pada tahun ini.
Menurut Ali, anggaran ini disiapkan melalui skema Dana Abadi Pesantren yang bersumber dari Dana Abadi Pendidikan. Dana Abadi Pesantren ini merupakan mandat dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.
Selain untuk rekrutmen 2023, lanjut Ali, anggaran sebesar Rp250 miliar tersebut juga digunakan untuk beasiswa non gelar seperti short course kader ulama, penguatan bahasa dan keterampilan usaha, dan digitalisasi yang akan menunjang program kemandirian pesantren. Terdapat lima rumpun keilmuan yang menjadi fokus dalam rekrutmen PBSB 2023.
”Di antaranya ilmu kesehatan, teknologi, ekonomi, penguatan untuk literasi keuangan, ilmu keagamaan dan ilmu social,” papar Ali. Ma’had Aly juga diskemakan untuk masuk kategori dalam penerima beasiswa, sebagai bagian untuk membentuk kader ulama.
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono menambahkan, mekanisme pendaftaran online PBSB masih tetap sama dengan sebelumnya. Pesantren lebih dulu melakukan registrasi dan memilih nama santri yang telah terdata pada Education Management Information System (EMIS).
Sementara, pilihan program studi serta komponen beasiswa yang disediakan lebih beragam dan berbeda dengan sebelumnya. Pendaftaran PBSB secara online akan dibuka pada 3-13 Juli 2023. ”Santri calon pendaftar agar mempersiapkan diri dan mengikuti perkembangan informasi beasiswa ini melalui berbagai kanal media Kemenag,” tandas Waryono.










