koranindopos.com – Jakarta, Bank Indonesia (BI) bersama dengan bank sentral empat negara ASEAN lainnya, yaitu Bank Negara Malaysia, Bangko Sentral ng Pilipinas, Monetary Authority of Singapore, dan Bank of Thailand, telah menyelesaikan cetak biru tahap 3 Proyek Nexus. Cetak biru ini memungkinkan negara-negara peserta untuk melakukan interkoneksi pembayaran instan domestik antar negara dengan lebih cepat dan lancar.
Proyek Nexus merupakan inisiatif dari BIS Innovation Hub yang bertujuan untuk meningkatkan pembayaran antar negara dengan menghubungkan berbagai sistem pembayaran instan domestik (instant payment systems / IPS) secara global.
Cetak biru tahap 3 ini mencakup standardisasi metode konektivitas agar IPS domestik dapat terhubung satu sama lain.Standardisasi ini memungkinkan operator di suatu negara hanya perlu membuat satu koneksi ke Nexus, tanpa harus membuat koneksi khusus dengan setiap negara yang ingin dihubungkan.
“Proyek Nexus merupakan proyek pertama BIS Innovation Hub di bidang pembayaran yang menuju implementasi,” ujar Agustín Carstens, General Manager BIS. “Ketika diterapkan, proyek ini akan meningkatkan pembayaran antar negara selaras dengan program pembayaran antar negara G20, serta misi kami untuk mewujudkan kepentingan publik di bidang teknologi guna mendukung bank sentral dan meningkatkan fungsi sistem keuangan.”
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa tujuan Nexus adalah mencapai pembayaran antar negara yang dapat diimplementasikan berdasarkan kerangka kebijakan yang kuat, inklusif, dengan manajemen risiko yang efektif. “Dengan memprioritaskan prinsip tersebut, menurut dia, sistem pembayaran antar negara akan semakin lancar dan aman sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, inklusi keuangan, dan pembangunan berkelanjutan.”
Selanjutnya, Proyek Nexus akan melangkah pada pengembangan Tahap 4 dengan fokus pada pembentukan entitas baru,yaitu Nexus Scheme Organization (NSO), yang akan bertanggung jawab mengelola skema Nexus, dan melanjutkan misi untuk mencapai pembayaran antar negara secara instan. Bank Indonesia akan melanjutkan partisipasinya sebagai Pengamat (Observer) yang berperan untuk mengamati pengembangan proyek tersebut. (dni)










