koranindopos.com – Jakarta. Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI memperkuat sinergi dalam menjaga ketahanan aparatur negara dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Komitmen tersebut ditegaskan dalam audiensi yang menyoroti pentingnya pencegahan dan pengawasan narkoba di lingkungan aparatur sipil negara (ASN).
Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin antara BNN dan BKN dalam mendukung agenda nasional pencegahan narkoba.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada BKN atas dukungan dan kerja sama yang selama ini telah terjalin,” ujar Kepala BNN.
Ia menjelaskan, BNN terus membangun kolaborasi strategis dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk memperkuat pertahanan bangsa dari ancaman narkoba. Salah satu langkah konkret adalah integrasi kurikulum anti-narkoba bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui program Aksi Nasional Anti Narkotika bertajuk Dari Anak Bersih Narkoba (ANANDA BERSINAR).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun imunitas bangsa sejak usia dini. Namun demikian, penguatan ketahanan tidak hanya difokuskan pada generasi muda, tetapi juga diperluas ke lingkungan aparatur negara sebagai garda terdepan pelayanan publik.
Dalam audiensi tersebut, BNN dan BKN membahas penguatan sinergi dalam pencegahan serta pengawasan penyalahgunaan narkoba di kalangan ASN. Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan birokrasi tetap profesional, berintegritas, dan bebas dari pengaruh narkotika.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakrulloh, menekankan pentingnya upaya preventif yang sistematis di lingkungan ASN. Ia menyebutkan bahwa pencegahan harus diperkuat melalui sosialisasi berkelanjutan serta deteksi dini, termasuk pelaksanaan tes urine secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya.
“Pencegahan narkoba di kalangan ASN harus diperkuat karena dampaknya bisa mengganggu kinerja dan kehidupan ASN,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa BKN memiliki sistem manajemen talenta dan bank data calon pejabat untuk memastikan penempatan pimpinan yang tepat, profesional, serta berintegritas—termasuk bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Sinergi antara BNN dan BKN ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam membangun birokrasi yang sehat, profesional, dan berdaya saing. Dengan aparatur negara yang bersih dari narkoba, diharapkan roda pemerintahan dapat berjalan optimal demi mendukung keberlanjutan pembangunan nasional.(dhil)










