Koranindopos.com – JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran lahan masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama musim kemarau. Beberapa kejadian tersebut diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah oleh masyarakat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan kebakaran lahan terjadi antara lain di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, serta Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Kebakaran lahan terjadi di Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Jumat (25/9/2026).
Berton mengatakan api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian menjalar ke area rerumputan dan bambu.
“Kebakaran lahan terjadi di Desa Sepat, Kecamatan Masaran. Api yang diduga berasal dari pembakaran sampah yang kemudian menjalar membakar area rerumputan dan bambu seluas sekitar 3 hektare,” kata Berton dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2026).
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sragen bersama tim gabungan langsung melakukan pemadaman di lokasi. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.
Kebakaran lahan juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (24/9/2026), tepatnya di Kelurahan Kinali, Kecamatan Kawangkoan, dan Kelurahan Kiniar, Kecamatan Tondano Timur.
Menurut Berton, kebakaran diduga sementara dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan masyarakat setempat.
“Peristiwa ini diduga sementara akibat aktivitas pembakaran sampah oleh masyarakat setempat. Kejadian ini menyebabkan sekitar 2,8 hektare terbakar,” ujar Berton.
BPBD Kabupaten Minahasa Utara mengerahkan dua unit mobil pemadam untuk menangani kebakaran. Api kemudian berhasil dipadamkan pada Jumat (25/9/2026).
Selain Sragen dan Minahasa, BNPB juga melaporkan kebakaran lahan di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Kebakaran terjadi di Desa Tilung, Kecamatan Tomini, pada Jumat (25/9/2026). Berbeda dengan dua kejadian sebelumnya, kebakaran di wilayah tersebut diduga bermula dari aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar.
“Kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar dan menghanguskan sekitar 1 hektare lahan,” kata Berton.
BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama tim gabungan melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di lokasi. Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan pada hari yang sama.
Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara dibakar masih menjadi salah satu faktor pemicu kebakaran lahan selama musim kemarau. Penanganan cepat oleh BPBD dan tim gabungan dilakukan untuk mencegah api meluas ke area lain.(dhil/kmps)










