Kamis, 30 April 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Opini

Buya Hamka dan Bung Karno: Hubungan yang Unik dari Sahabat Hingga Seteru

Editor : Hana oleh Editor : Hana
23 Agustus 2023
in Opini
A A
0
Buya Hamka

PATUNG berwarna emas ini adalah sosok Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah Datuk Indomo. Dia adalah seorang sastrawan, ulama, sekaligus filsuf bangsa yang popular dengan sebutan Buya Hamka. Karya ini ditampilkan di Gelar Karya Kreasi Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya 2023 di Jogjakarta, Jawa Tengah pada 14 – 16 Agustus 2023. Karya seni tersebut dibuat oleh para guru vokasi seni patung dan Studio Patung Yusman

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Hubungan antara Presiden Soekarno (Bung Karno) dan Buya Hamka, atau Abdul Malik Karim Amrullah, merupakan kisah yang penuh nuansa unik. Meskipun memiliki periode persahabatan dan perbedaan pandangan, perjalanan hidup keduanya memberikan inspirasi bagi bangsa Indonesia.

Buya Hamka, dikenal sebagai sastrawan ulung, terlebih dahulu mengemuka sebagai jurnalis dan politikus terkemuka. Melalui Majalah Pedoman Masyarakat yang ia pimpin, Buya Hamka menulis cerita berlanjut dan menyajikan pemikiran yang memikat banyak orang. Hubungannya dengan para pemimpin bangsa sangat erat, dan kedalaman pemikirannya menciptakan pengagum di kalangan para pemimpin, termasuk Bung Karno.

Pertemanan mereka seolah berasal dari penghargaan yang mendalam atas intelektualitas dan perjuangan masing-masing. Namun, pada tahun 1955, hubungan baik ini terhenti. Pada saat itu, pemilihan umum pertama diadakan, dan partai komunis mulai memperoleh pengaruh yang signifikan. Bung Karno merasa kurang senang terhadap Buya Hamka, yang memiliki ikatan dengan Malaysia dan aktif memperingatkan akan bahaya komunis di Indonesia.

Perjalanan hubungan mereka mencapai puncaknya saat konfrontasi dengan Malaysia pada tahun 1962. Buya Hamka tidak tinggal diam dan secara aktif memberikan ceramah dan penjelasan di berbagai media tentang bahaya komunis. Akibat tindakan ini, Buya Hamka dan beberapa tokoh Masyumi lainnya ditangkap dan mengalami interogasi yang kejam.

Artikel Terkait

Bahlil Arsitek, Sarmuji Eksekutor

Menakar Utang Kognitif di Era Kecerdasan Buatan

“Echo Chamber”, Pengganggu Pembelajaran Mendalam?

Namun, perjuangan Buya Hamka tidak berakhir di penjara. Selama masa penahanannya, ia berhasil menyelesaikan karya monumentalnya, “Tafsir Al-Azhar”, yang diambil dari nama masjid tempat ia sering berbicara. Setelah tahun 1965, Buya Hamka dibebaskan dan mendirikan Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan dunia Islam di Indonesia.

Keunikan kisah ini tidak berakhir di situ. Pesan terakhir yang dikirimkan oleh Bung Karno kepada Buya Hamka memohon agar beliau menjadi imam shalat jenazahnya menggambarkan kedamaian yang akhirnya tercapai antara keduanya. Buya Hamka dengan tulus menjalankan tugas ini, menghormati keinginan proklamator tersebut.

Pada tahun 1981, Buya Hamka melakukan perjalanan terakhirnya ke luar negeri untuk mendukung perdamaian antara Palestina dan Israel. Kembali ke Indonesia, ia menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 73 tahun pada tanggal 24 Juli 1981. Warisannya terus dikenang dan dihormati, termasuk melalui penghargaan anumerta dan pengakuan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 2011.

Dengan segala perbedaan dan perjuangan yang dilalui, perjalanan hidup Buya Hamka dan hubungannya dengan Bung Karno memberikan pelajaran tentang persahabatan yang menginspirasi, perbedaan yang melahirkan pembelajaran, dan perjuangan tulus untuk agama dan perdamaian. Nama Buya Hamka akan tetap hidup dalam sejarah bangsa, memberikan inspirasi bagi generasi masa kini dan mendatang.(ana)

Topik: Bung KarnoBuya Hamka

TerkaitBerita

DUET PAS: Ketua Umum Partai Golkar periode 2024-2029 Bahlil Lahadalia (kanan) dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji. (Foto Ilustrasi: dok/dpppartaigolkarofficial.com)
Opini

Bahlil Arsitek, Sarmuji Eksekutor

oleh Editor : Memoarto
28 April 2026
Menakar Utang Kognitif di Era Kecerdasan Buatan
Opini

Menakar Utang Kognitif di Era Kecerdasan Buatan

oleh Editor : Anggoro
10 April 2026
“Echo Chamber”, Pengganggu Pembelajaran Mendalam?
Opini

“Echo Chamber”, Pengganggu Pembelajaran Mendalam?

oleh Editor : Anggoro
10 April 2026
CIVITAS AKADEMIKA: Sejumlah mahasiswa berdiskusi di area kampus. (Foto Ilustrasi: Istimewa)
Opini

Gelar Akademik Bukan Lagi Jaminan, Cara Pandang Orang Tua Telah Bergeser

oleh Editor : Memoarto
7 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

TAWARKAN KUALITAS: Seremonial peresmian BestPerfume.Store di Wyl's Kitchen, Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (29/4/2026). (FOTO: SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM)

Parfum Asal Singapura Perkuat Penetrasi Pasar di Indonesia

30 April 2026
Wamen Christina: Indonesia Berpeluang Jadi Pemasok Welder Kelas Dunia

Wamen Christina: Indonesia Berpeluang Jadi Pemasok Welder Kelas Dunia

30 April 2026
KP2MI

Wamen Christina dan Dubes Italia Bahas Kendala Visa ABK serta Peluang Kerja Migran

30 April 2026
Meski Anggaran Terbatas, Kepala BPOM Sidak Dapur MBG di Jakarta

Meski Anggaran Terbatas, Kepala BPOM Sidak Dapur MBG di Jakarta

30 April 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    2939 shares
    Share 1176 Tweet 735
  • Mantan Legal Manager Hadapi Proses Hukum, Kuasa Hukum Sampaikan Keberatan

    338 shares
    Share 135 Tweet 85
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    661 shares
    Share 264 Tweet 165
  • Bahlil Arsitek, Sarmuji Eksekutor

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Drama Perebutan Anak Berujung Pidana: Agnes Brenda Lee Dituntut 9 Bulan Penjara, Kuasa Hukum Ingin Keadilan yang Berimbang

    384 shares
    Share 154 Tweet 96
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya