Selasa, 16 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Opini

Buya Hamka dan Bung Karno: Hubungan yang Unik dari Sahabat Hingga Seteru

Editor : Hana oleh Editor : Hana
23 Agustus 2023
in Opini
A A
0
Buya Hamka

PATUNG berwarna emas ini adalah sosok Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah Datuk Indomo. Dia adalah seorang sastrawan, ulama, sekaligus filsuf bangsa yang popular dengan sebutan Buya Hamka. Karya ini ditampilkan di Gelar Karya Kreasi Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya 2023 di Jogjakarta, Jawa Tengah pada 14 – 16 Agustus 2023. Karya seni tersebut dibuat oleh para guru vokasi seni patung dan Studio Patung Yusman

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Hubungan antara Presiden Soekarno (Bung Karno) dan Buya Hamka, atau Abdul Malik Karim Amrullah, merupakan kisah yang penuh nuansa unik. Meskipun memiliki periode persahabatan dan perbedaan pandangan, perjalanan hidup keduanya memberikan inspirasi bagi bangsa Indonesia.

Buya Hamka, dikenal sebagai sastrawan ulung, terlebih dahulu mengemuka sebagai jurnalis dan politikus terkemuka. Melalui Majalah Pedoman Masyarakat yang ia pimpin, Buya Hamka menulis cerita berlanjut dan menyajikan pemikiran yang memikat banyak orang. Hubungannya dengan para pemimpin bangsa sangat erat, dan kedalaman pemikirannya menciptakan pengagum di kalangan para pemimpin, termasuk Bung Karno.

Pertemanan mereka seolah berasal dari penghargaan yang mendalam atas intelektualitas dan perjuangan masing-masing. Namun, pada tahun 1955, hubungan baik ini terhenti. Pada saat itu, pemilihan umum pertama diadakan, dan partai komunis mulai memperoleh pengaruh yang signifikan. Bung Karno merasa kurang senang terhadap Buya Hamka, yang memiliki ikatan dengan Malaysia dan aktif memperingatkan akan bahaya komunis di Indonesia.

Perjalanan hubungan mereka mencapai puncaknya saat konfrontasi dengan Malaysia pada tahun 1962. Buya Hamka tidak tinggal diam dan secara aktif memberikan ceramah dan penjelasan di berbagai media tentang bahaya komunis. Akibat tindakan ini, Buya Hamka dan beberapa tokoh Masyumi lainnya ditangkap dan mengalami interogasi yang kejam.

Artikel Terkait

Dampak dan Upaya Mengatasi Praktik Ijon yang Merugikan Petani

Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?

Fakta di Balik Program ”Stimulan” Perumahan Swadaya

Namun, perjuangan Buya Hamka tidak berakhir di penjara. Selama masa penahanannya, ia berhasil menyelesaikan karya monumentalnya, “Tafsir Al-Azhar”, yang diambil dari nama masjid tempat ia sering berbicara. Setelah tahun 1965, Buya Hamka dibebaskan dan mendirikan Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan dunia Islam di Indonesia.

Keunikan kisah ini tidak berakhir di situ. Pesan terakhir yang dikirimkan oleh Bung Karno kepada Buya Hamka memohon agar beliau menjadi imam shalat jenazahnya menggambarkan kedamaian yang akhirnya tercapai antara keduanya. Buya Hamka dengan tulus menjalankan tugas ini, menghormati keinginan proklamator tersebut.

Pada tahun 1981, Buya Hamka melakukan perjalanan terakhirnya ke luar negeri untuk mendukung perdamaian antara Palestina dan Israel. Kembali ke Indonesia, ia menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 73 tahun pada tanggal 24 Juli 1981. Warisannya terus dikenang dan dihormati, termasuk melalui penghargaan anumerta dan pengakuan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 2011.

Dengan segala perbedaan dan perjuangan yang dilalui, perjalanan hidup Buya Hamka dan hubungannya dengan Bung Karno memberikan pelajaran tentang persahabatan yang menginspirasi, perbedaan yang melahirkan pembelajaran, dan perjuangan tulus untuk agama dan perdamaian. Nama Buya Hamka akan tetap hidup dalam sejarah bangsa, memberikan inspirasi bagi generasi masa kini dan mendatang.(ana)

Topik: Bung KarnoBuya Hamka

TerkaitBerita

Dampak dan Upaya Mengatasi Praktik Ijon yang Merugikan Petani
Opini

Dampak dan Upaya Mengatasi Praktik Ijon yang Merugikan Petani

oleh Editor : Anggoro
16 Juni 2026
Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?
Opini

Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?

oleh Editor : Anggoro
3 Juni 2026
PERKUAT KELUARGA: Dari kiri, Bendahara Umum Sari Yuliati, Ketum Golkar Bahlil Lahadalia, dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Adies Kadir dalam satu momentum kegiatan partai. (Foto Ilustrasi: memoindonsia.co.id)
Opini

Fakta di Balik Program ”Stimulan” Perumahan Swadaya

oleh Editor : Memoarto
11 Mei 2026
Arsitektur Baru Keadilan Pajak
Opini

Arsitektur Baru Keadilan Pajak

oleh Editor : Anggoro
6 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Dampak dan Upaya Mengatasi Praktik Ijon yang Merugikan Petani

Dampak dan Upaya Mengatasi Praktik Ijon yang Merugikan Petani

16 Juni 2026
Pakuwon Group Bersama EMC Healthcare dan YPP Gelar Sunatan Massal untuk 700 Anak di Jabodetabek

Pakuwon Group Bersama EMC Healthcare dan YPP Gelar Sunatan Massal untuk 700 Anak di Jabodetabek

16 Juni 2026
IHSG Mulai Rebound, Mirae Asset Sekuritas Soroti Stabilitas Rupiah dan Penurunan Yield SBN

IHSG Mulai Rebound, Mirae Asset Sekuritas Soroti Stabilitas Rupiah dan Penurunan Yield SBN

16 Juni 2026
Honor X80 Resmi Meluncur Juni 2026, Hadir dengan Chipset Bertenaga dan Bodi Tahan Benturan

Honor X80 Resmi Meluncur Juni 2026, Hadir dengan Chipset Bertenaga dan Bodi Tahan Benturan

16 Juni 2026

Terpopuler

  • Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    498 shares
    Share 199 Tweet 125
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3492 shares
    Share 1397 Tweet 873
  • Angka Kematian Ibu di Indonesia Tertinggi Se-Asia Tenggara

    331 shares
    Share 132 Tweet 83
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    419 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Polisi Sita 276 Cartridge Vape Mengandung Narkotika Etomidate Senilai Rp1,5 Miliar

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya