
MANADO, koranindopos.com – Anggota Komisi X DPR RI Zainuddin Maliki menyebut pembelajaran jarak jauh (PJJ) kembali dilakukan sejumlah sekolah di Indonesia akibat situasi pandemi Covid-19. Termasuk di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Sayangnya banyak siswa mengeluhkan sistem belajar daring yang dianggapnya membosankan. Para siswa lebih nyaman belajar tatap muka layaknya kegiatan sekolah pada umumnya seperti sebelum dunia dilanda pandemi Covid-19.
Zainuddin menyatakan, beberapa waktu lalu pihak sekolah sempat menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas. Saat itu para guru dan siswa merasa sangat senang dan bersemangat. “Tetapi kemudian ada peningkatan kasus Omicron, sehingga kembali diminta melakukan PJJ,” ungkap Zainuddin di sela-sela mengikuti agenda kunjungan kerja reses Komisi X DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng, ke Manado, Sulut, belum lama ini.
Politisi PAN itu menyampaikan keluhan yang dirasakan para guru dan siswa dengan menyebut sistem Pembelajaran Jarak Jauh sangat membosankan. Dia mengapresiasi para guru karena mereka terus berusaha mencari jalan keluar agar para siswa tidak terlalu bosan meskipun harus belajar jarak jauh. “Memang sulit mengatasi rasa bosan siswa ketika harus belajar jarak jauh itu, tetapi saya melihat guru-guru di sini (Manado, Red) semangat sekali. Di antaranya berupaya dengan metode serta menyiapkan platformnya, bahkan disempatkan menyusun pembelajaran dalam bentuk video supaya lebih bervariasi dalam belajar,” katanya.
Zainuddin berharap pandemi Covid-19 segera berlalu agar pembelajaran tatap nuka bisa kembali dilakukan, sehingga tidak terjadi learning lost. Selain itu, dia mendorong agar Kemendikbudristek memberi kesempatan pada guru-guru yang ada untuk dapat meningkatkan kompetensi dan kreatifitasnya didalam mengemas PJJ. “Oleh karena itu yang kita mendorong agar Kementerian Pendidikan menyiapkan program yang cukup bagus sehingga guru-guru kita mempunyai peluang untuk membuat PJJ yang lebih berimprovisasi, lebih kreatif, imajinasinya kita gugah agar PJJ tetap bisa diselenggarakan dengam cara yang menyenangkan,” imbuhnya.(hai)









