JAKARTA, koranindopos.com – Dinas Pendidikan (Disdik) DKI mulai membuka pengajuan akun bagi Calon Peserta Didik Baru (CPDB) untuk jenjang SMA dan SMK kemarin (30/5/2022). Hingga siang hari, tidak ada kendala berarti ataupun laporan masalah yang diterima Disdik DKI terkait proses pengajuan akun yang dilakukan secara online tersebut.
Kepala Sub Bagian Humas Dinas Pendidikan DKI Taga Radja Gah menuturkan, saat ini sedang berlangsung pengajuan akun untuk lulusan SMP ke jenjang SMA yang sekolah dan tinggal di Jakarta. ”Jadi memang, secara simultan kami layani. Pra pendaftaran untuk anak yang tinggal (Pemilik KK DKI, red) di Jakarta, namun sekolah di luar Jakarta juga dilayani,” ujar Taga kepada awak media.
Untuk CPDB yang berasal dari sekolah daerah itu disebutkannya memang harus mengikuti Pra Pendaftaran tersebih dahulu. Pra Pendaftaran bagi CPDB tersebut dibuka sejak 17 Mei hingga 14 Juni 2022. Menurutnya, tanpa mengikuti Pra Pendaftaran, CPDB tidak bisa melanjutkan proses pendaftaran selanjutnya.
”Kenapa Pra Pendaftaran perlu? Karena data anak itu tidak terdapat dalam Sidanira DKI (Sistem Daftar Nilai Rapor). Jadi, harus ikut Pra Pendaftaran dulu, supaya nanti pendaftaran 14 Juni nanti bisa ikut. Itu kan by sistem online juga,” terangnya.
Lebih lanjut, meski sekolah di daerah, Taga menyebutkan hak anak tersebut sama dengan anak yang tinggal dan sekolah di Jakarta. Yakni, mendapatkan kesempatan jalur zonasi 50 persen, jalur prestasi akademik 18 persen, dan non akreditasi 5 persen. Jadi, secara total, meski lulusan sekolah daerah anak itu memiliki kesempatan 73 persen.
”Kalau anak itu juga dapat KJP atau segala macem, itu kan bisa afirmasi, itu kuotanya 25 persen. Jadi, anak KK Jakarta itu kuotanya 98 persen. Gak ada beda kuota anak sekolah di Jakarta ataupun daerah selama KK-nya masih Jakarta,” jelasnya.
Lebih lanjut, Taga menyebutkan, tidak ada kendala berarti untuk proses pendaftaran maupun pengajuan akun PPDB yang sedang berlangsung di Jakarta. ”Sampai saat ini semua berjalan lancar. Cuman memang, untuk verifikasi karena jumlahnya ribuan di Jakarta, jadi butuh proses. Insya allah terlayani dengan baik,” ujarnya. (why)










