Senin, 10 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

DME Berpeluang Gantikan LPG, Pemerintah Percepat Kemandirian Energi Nasional

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
7 Mei 2026
in Nasional
A A
0
DME Berpeluang Gantikan LPG, Pemerintah Percepat Kemandirian Energi Nasional

Foto: NNC netralnews

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Peluang penggunaan Dimethyl Ether (DME) sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Indonesia semakin terbuka lebar. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai mempercepat pengembangan proyek gasifikasi batu bara menjadi DME sebagai bagian dari strategi besar menuju kemandirian energi nasional.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa proyek DME telah dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menempatkan proyek ini sebagai salah satu prioritas utama untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang terus meningkat setiap tahun.

Kebutuhan LPG nasional diperkirakan terus melonjak dalam beberapa tahun mendatang. Menurut Bahlil, konsumsi LPG Indonesia pada 2026 diperkirakan mendekati 10 juta ton per tahun. Angka tersebut menjadi tantangan besar karena sebagian besar kebutuhan masih bergantung pada impor.

“Kita tidak bisa terlalu lama bergantung pada impor. Industri energi dalam negeri harus segera dibangun,” ujar Bahlil dalam keterangannya.

Artikel Terkait

Gudang Sekolah di Penjaringan Jakut Terbakar, 14 Armada Damkar Dikerahkan

KPK Sita Dokumen Proyek PUPR hingga Rekaman CCTV Hotel dalam Kasus Bupati Pemalang

Stafsus Mensos Sebut Prabowo Habis-Habisan Untuk Sekolah Rakyat

Kondisi ini mendorong pemerintah mencari sumber energi alternatif yang dapat diproduksi di dalam negeri. DME dianggap menjadi solusi strategis karena Indonesia memiliki cadangan batu bara kalori rendah yang sangat melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal.

Dimethyl Ether merupakan senyawa eter paling sederhana dengan rumus kimia CH3OCH3. DME berbentuk gas dan memiliki karakteristik yang mirip dengan LPG, baik dari sisi sifat kimia maupun fisika.

Karena memiliki kemiripan tersebut, DME dapat menggunakan infrastruktur LPG yang sudah ada saat ini, seperti:

  • Tabung gas
  • Tangki penyimpanan
  • Sistem distribusi
  • Peralatan penanganan gas

Hal ini menjadi keuntungan besar karena pemerintah tidak perlu membangun sistem distribusi baru secara menyeluruh.

Selain dari batu bara, DME juga dapat diproduksi dari berbagai sumber energi lain seperti:

  • Biomassa
  • Limbah organik
  • Coal Bed Methane (CBM)

Namun saat ini, batu bara kalori rendah masih dianggap sebagai bahan baku paling ekonomis dan realistis untuk pengembangan DME skala besar di Indonesia.

Selain mendukung ketahanan energi, DME juga dinilai memiliki dampak lingkungan yang lebih baik dibanding LPG. Dalam proses pembakarannya, DME menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah.

Jika LPG menghasilkan sekitar 930 kilogram CO2 per tahun, penggunaan DME diperkirakan dapat menurunkan emisi menjadi sekitar 745 kilogram CO2. Penurunan ini sejalan dengan komitmen global untuk mengurangi emisi karbon dan memperlambat perubahan iklim.

Tidak hanya itu, DME juga memiliki beberapa keunggulan lain:

  • Nyala api lebih biru dan stabil
  • Tidak menghasilkan sulfur
  • Emisi partikulat lebih rendah
  • Mengurangi NOx yang berbahaya bagi kualitas udara

Karakteristik tersebut membuat DME dipandang lebih bersih dan aman bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat.

Pemerintah menargetkan pembangunan pabrik dan pengembangan industri DME mulai berjalan secara bertahap pada 2026. Produksi massal diharapkan dapat dimulai pada 2027.

Meski demikian, penggantian LPG dengan DME diperkirakan tidak akan dilakukan secara instan di seluruh Indonesia. Implementasi kemungkinan dilakukan secara bertahap dan paralel, terutama pada sektor-sektor tertentu yang dinilai paling siap.

Strategi bertahap ini dilakukan untuk memastikan kesiapan industri, distribusi, hingga penerimaan masyarakat terhadap penggunaan bahan bakar baru tersebut.

Pengembangan DME menunjukkan arah baru kebijakan energi Indonesia yang lebih berorientasi pada pemanfaatan sumber daya domestik. Selama bertahun-tahun, tingginya impor LPG menjadi beban besar bagi anggaran negara, terutama untuk subsidi energi.

Dengan memanfaatkan batu bara kalori rendah yang selama ini kurang bernilai ekonomi tinggi, pemerintah berharap Indonesia dapat:

  • Mengurangi impor LPG
  • Menekan subsidi energi
  • Menciptakan lapangan kerja baru
  • Mengembangkan industri hilirisasi energi

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional, DME dipandang bukan sekadar alternatif bahan bakar, tetapi juga bagian dari strategi besar membangun ketahanan energi jangka panjang.

Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara yang berhasil mengembangkan bahan bakar substitusi LPG berbasis sumber daya domestik dengan skala industri besar.(dhil)

Topik: dmeLPG

TerkaitBerita

Gudang Sekolah di Penjaringan Jakut Terbakar, 14 Armada Damkar Dikerahkan
Peristiwa

Gudang Sekolah di Penjaringan Jakut Terbakar, 14 Armada Damkar Dikerahkan

oleh Editor : Affandy
10 Agustus 2026
KPK Sita Dokumen Proyek PUPR hingga Rekaman CCTV Hotel dalam Kasus Bupati Pemalang
Nasional

KPK Sita Dokumen Proyek PUPR hingga Rekaman CCTV Hotel dalam Kasus Bupati Pemalang

oleh Editor : Affandy
10 Agustus 2026
LAHAN PEMDA: Rombongan Staf Khusus Menteri Sosial dan jajaran Pemkab Sumenep meninjau lahan yang akan digunakan untuk Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumenep pada Sabtu (8/8/2026). (Foto: Dok./Kemensos)
Nasional

Stafsus Mensos Sebut Prabowo Habis-Habisan Untuk Sekolah Rakyat

oleh Editor : Memoarto
10 Agustus 2026
BARANG BUKTI: Sebanyak 995 senjata api (senpi) ditemukan di ruangan mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel). (Foto: Detik.com/Istimewa)
Pendidikan

Ketua Yayasan SIHI Buka Suara Soal Tudingan Ekstrakurikuler Menembak Dibuktikan

oleh Editor : Memoarto
9 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya