Sabtu, 27 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

DPR : Tugas Polisi Harusnya Melindungi Bukan Mengancam

Editor : Hana oleh Editor : Hana
11 September 2023
in Nasional
A A
0
Tugas Polisi

Anggota Brimob Polda Kepri membersihkan pemblokiran jalan yang dilakukan oleh warga Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (8/9/2023). Antara

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, angkat bicara terkait konflik yang terjadi antara kepolisian dan masyarakat adat di Pulau Rempang, Kepulauan Riau. Nasir Djamil mengingatkan bahwa tugas polisi adalah untuk mengamankan dan melindungi masyarakat, bukan sebaliknya yang dapat mengancam dan membahayakan masyarakat adat.

“Dalam hal ini, kami meminta aparat untuk melindungi rakyat. Jadi polisi wajib melindungi rakyat,” tegas Nasir Djamil dalam pernyataan kepada media pada Jumat (8/9/2023).

Konflik yang terjadi melibatkan masyarakat adat dari 16 kampung adat di Pulau Rempang dan Pulau Galang, Kepulauan Riau, yang terancam tergusur oleh proyek strategis nasional bernama Rempang Eco City.

Awalnya, kabar beredar bahwa Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) beserta pihak berwenang akan memaksa masuk ke Pulau Rempang untuk melakukan pengukuran lahan. Hal ini memicu kumpulan warga yang berkumpul di Jembatan 4 Barelang.

Artikel Terkait

Pegadaian Borong Awards di Ajang Global, Contact Center World Asia Pacific 2026

Tingkatkan Kepercayaan Muzaki, BMH Yogyakarta Berkomitmen Jaga Integritas Pengelolaan Dana

Perguruan Tinggi UI dan USM Berkolaborasi Perkuat Masyarakat Pesisir di Pulau Langkawi

Pada saat aparat gabungan, termasuk Satpol PP, Polisi, TNI, dan Ditpam Batam, mendekati warga, konflik memanas. Lemparan batu dari warga dibalas dengan penyiraman air dan tembakan gas air mata. Kejadian tersebut juga melibatkan wilayah sekolah, seperti SMP 33 Galang dan SD 24 Galang.

Nasir Djamil menekankan perlunya evaluasi terhadap anggota kepolisian yang terlibat dalam proses pembebasan lahan di Pulau Rempang. Ia mengkritik pendekatan kepolisian yang kurang hati-hati, khususnya dalam menangani masyarakat adat yang memiliki hak atas tanah di Pulau Rempang.

“Masyarakat adat memiliki tempat dalam struktur sosial di desa bahkan nasional. Seandainya langkah preventif dan upaya pencegahan lebih awal diterapkan, peristiwa ini mungkin bisa dihindari,” kata Nasir Djamil, yang juga merupakan politisi Fraksi PKS.

Nasir Djamil juga mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam menyelesaikan konflik agraria di Indonesia, termasuk di Pulau Rempang. Ia berharap Presiden Joko Widodo turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sebelum masa jabatannya berakhir pada tahun 2024.

Konflik ini berkaitan dengan rencana pengembangan Rempang Eco City di lahan seluas 7.572 hektar. Meskipun sudah ada upaya musyawarah dan relokasi yang disiapkan oleh BP Batam, sebagian masyarakat masih menolak proyek tersebut. Pengembangan Rempang Eco City merupakan proyek strategis nasional tahun 2023 yang dapat berdampak pada ribuan warga Pulau Rempang dan Galang yang tersebar di 16 Kampung Melayu Tua. Masyarakat adat di kampung-kampung ini khawatir akan tergusur dan kehilangan hak atas tanah yang mereka huni turun-temurun sejak 1843.(dni)

Topik: DPR RIKepala AdatKepolisian

TerkaitBerita

Pegadaian Borong Awards di Ajang Global, Contact Center World Asia Pacific 2026
Nasional

Pegadaian Borong Awards di Ajang Global, Contact Center World Asia Pacific 2026

oleh Editor : Anggoro
26 Juni 2026
BMH Yogyakarta
Nasional

Tingkatkan Kepercayaan Muzaki, BMH Yogyakarta Berkomitmen Jaga Integritas Pengelolaan Dana

oleh Editor : Hairul
26 Juni 2026
Perguruan Tinggi UI dan USM Berkolaborasi Perkuat Masyarakat Pesisir di Pulau Langkawi
Pendidikan

Perguruan Tinggi UI dan USM Berkolaborasi Perkuat Masyarakat Pesisir di Pulau Langkawi

oleh Editor : Anggoro
26 Juni 2026
Mendikti Bungkam Soal Mahasiswa UBK Terima Rp20 Juta dan Keterlibatan Eks Ketua BEM UGM
Nasional

Mendikti Bungkam Soal Mahasiswa UBK Terima Rp20 Juta dan Keterlibatan Eks Ketua BEM UGM

oleh Editor : Affandy
26 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

HUKUMAN TAMBAHAN: Kim Keon Hee, mantan ibu negara Korea Selatan, dijatuhi hukuman tambahan oleh Pengadilan Korea Selatan pada Jumat (26/6/2026). (Foto: AFP/KIN CHEUNG)

Total Vonis Eks Ibu Negara Korsel Kim Keon Hee Jadi 11 Tahun

27 Juni 2026
Jadwal Cair Bansos

Jadwal Cair Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 di Kota Depok, Cek Nama Penerima di Sini!

27 Juni 2026
DUEL SERU: Pemain Argentina Lionel Messi merayakan gol dalam laga Grup J Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Austria di Arlington, Texas, dekat Dallas pada Senin (22/6/2026). (Foto:(c) AP Photo/Julio Cortez)

Laga Lawan Argentina Adalah Ujian Berat Bagi Yordania

27 Juni 2026
RILIS FILM: Para pemeran film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali di Travoy Hub, Makasar, Jakarta Timur pada Jumat (26/6/2026). (FOTO: HARIS RISNANDAR/KORANINDOPOS.COM)

Davina Karamoy: Saya Menangis Baca Naskah Film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali

27 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3590 shares
    Share 1436 Tweet 898
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    450 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Marco Bezzecchi Kena Sanksi Berat Setelah Pukul Marshal

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya