Koranindopos.com, Jakarta – Ajang Fashion Nation kembali digelar. Acara yang memasuki edisi ke-19 ini diselenggarakan di Senayan City pada 19–27 September 2025. Pada Minggu, 21 September, koleksi Fiorellya by Dwee menjadi sorotan karena memperkenalkan koleksi Resort 26 bertajuk Hegemoni.
Koleksi terbaru ini digarap desainer Dwi Wahyuni bekerja sama dengan Sparks Fashion Academy, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), dan Senayan City. Hegemoni bukan sekadar busana, melainkan medium untuk menyuarakan kebebasan berpikir. Tema besar ini dipilih untuk menggugah kesadaran bahwa meski kemerdekaan sudah diraih, masyarakat masih menghadapi belenggu dominasi pemikiran.
Paduan batik Depok dengan denim menjadi ciri khas koleksi ini. Dwi menuturkan bahwa motif gongsi bolong dipilih karena akar budayanya kuat, namun tetap bisa dikawinkan dengan material modern seperti chiffon dan voile. Menurutnya, penggabungan unsur tradisi dan material kontemporer membuat karya lebih mudah diterima generasi muda. “Denim saya padukan dengan batik Depok agar bisa diterima lintas generasi, termasuk Gen Z,” ujarnya.
Sebagai wujud refleksi, Dwi menjelaskan bahwa Hegemoni merupakan simbol pembebasan dari dominasi informasi. Ia menekankan, perjuangan masa kini berbeda dengan masa lalu. “Kalau dulu senjatanya bambu runcing, kini senjatanya informasi. Fashion bisa menjadi media pembebasan,” kata Dwi.

Secara visual, delapan busana ditampilkan dengan konsep unik. Bagian depan setiap rancangan sengaja dibuat sederhana, sedangkan bagian belakang dipenuhi detail frills unfinished, potongan geometris, dan tali-temali berantakan. Konsep ini menggambarkan kerumitan jejaring hegemoni yang tersembunyi di balik tampilan luar yang terlihat tenang.
Warna biru denim mendominasi koleksi dengan sentuhan oranye, plum, dan olive. Bordir sashiko dan tatreez yang disematkan di bagian depan menambah kesan kontemporer. Sementara itu, penggunaan corduroy sebagai aksen mempertegas struktur busana agar tetap nyaman dikenakan sesuai tema resort.
Dalam peragaan, lima karya ditampilkan oleh model profesional. Tiga rancangan lain dipercayakan kepada muse dari kalangan pejabat Kota Depok, termasuk perwakilan Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta anggota DPRD. Dukungan nyata ini menunjukkan kolaborasi erat antara dunia mode dan pemerintah daerah.
Fiorellya by Dwee mendapat dukungan dari Ketua Dekranasda Depok, Hj. Siti Barkah Hasanah, M.Ag, yang hadir menyaksikan langsung. Ia menilai keterlibatan Dwi Wahyuni di panggung Fashion Nation adalah bukti kapasitas desainer lokal dalam menembus pasar global.
“Kami ingin batik Depok semakin dikenal luas, bahkan hingga pasar internasional. Kehadiran Bu Dwi di panggung ini membuktikan desainer lokal mampu bersaing dengan tren global,” ucap Hj. Siti.
Dukungan dari Dekranasda tidak berhenti pada acara ini saja. Mereka telah menyiapkan sepuluh booth promosi batik di berbagai lokasi strategis, seperti kantor pemerintahan, hotel, rumah sakit, hingga BUMN. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi batik Depok secara berkelanjutan.(brg/hend)










