Koranindopos.com, Jakarta – Erika Carlina mengaku merasakan pengalaman yang berbeda ketika mendapatkan peran sebagai seorang ibu dalam proyek film terbarunya yang berjudul ‘Jangan Buang Ibu’. Peran tersebut terasa lebih dekat dengan kehidupannya saat ini karena ia juga tengah menjalani peran yang sama di dunia nyata. Bagi Erika, kesempatan ini menjadi momen yang membahagiakan sekaligus menantang dalam perjalanan karier aktingnya.
“Happy banget, aku dapat karakter pertama kalinya menjadi seorang ibu di saat aku sudah menjadi seorang ibu juga. Senang banget rasanya, aku bisa berperan sesuai real life,” kata Erika Carlina.
Meski begitu, Erika mengakui bahwa setiap karakter baru tetap membawa tantangan tersendiri. Ia menyebut proses pendalaman karakter sebagai bagian penting yang harus dilalui, meskipun pada akhirnya ia menikmati proses tersebut.
“Kesulitannya pasti ada, setiap dapat karakter baru aku pasti menemukan beberapa kesulitan. Tapi aku enjoy menjalankannya,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Erika juga berbicara mengenai makna sosok ibu dalam hidupnya. Ia menilai peran sang ibu sangat besar dalam membentuk kepribadiannya hingga saat ini.

“Mami aku yang ngajarin aku buat jadi perempuan yang hebat, perempuan yang bertanggung jawab, kuat, dan pastinya harus bisa jadi perempuan yang tegar,” ungkap Erika.
Kini, Erika juga menjalani peran sebagai ibu bagi putranya, Andrew yang akrab disapa Endu. Ia mengaku kehidupannya berubah sejak kehadiran sang anak, terlebih karena ia membesarkan Endu sebagai seorang ibu tunggal.
“Pastinya berat, tapi lebih banyak happy-nya sih. Dapat anak yang pintar, ganteng. Berkah banget, puji Tuhan. Hidup sekarang jadi lebih semangat,” kata Erika.
Ketika ditanya mengenai tantangan terberat sebagai single mom, Erika memilih tidak menguraikan secara detail. Ia hanya menyebut bahwa dirinya saat ini mencoba menjalani semuanya dengan tenang.
“Nggak ada yang berat. Aman, aman,” ujarnya singkat sambil tertawa.
Di tengah kesibukannya, Erika juga berencana membawa Endu bertemu dengan para anggota tim dari program Marathon pada 25 Maret mendatang. Menurutnya, para anggota tim tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup putranya sejak awal.
“Anak-anak Marathon itu salah satu saksi perjalanannya Endu juga. Mereka pengen banget ketemu sama Endu,” kata Erika.
Ia menjelaskan bahwa Endu kemungkinan hanya berada di lokasi dalam waktu terbatas, sementara dirinya harus tetap berada di lokasi hingga malam hari untuk menyelesaikan aktivitas lainnya.
“Endu mungkin dari pagi sampai siang atau siang sampai sore. Aku mungkin di sana sampai malam, jadi Endu pulang duluan,” ujarnya.
Erika juga memastikan bahwa persiapan keamanan dan kebersihan telah dilakukan sebelum pertemuan tersebut berlangsung. Ia menyebut area lokasi telah disiapkan agar nyaman bagi sang anak.
“Mereka sudah membersihkan sofa dan area, bahkan akan ada alat untuk membersihkan seperti desinfektan sebelum ketemu Endu. Jadi semuanya aman,” jelasnya.
Selain itu, Erika memiliki beberapa pesan khusus kepada para anggota tim Marathon ketika nanti berinteraksi dengan Endu. Ia berharap lingkungan tetap terjaga agar putranya merasa nyaman.
“Harus tahan-tahan ngomong kasar, nggak boleh ya. Jangan merokok juga, dan jaga kebersihan,” kata Erika.
Meski begitu, Erika percaya para rekannya mampu memahami batasan tersebut. Ia menilai mereka cukup bijak untuk menjaga suasana tetap kondusif ketika bertemu dengan anaknya.
“Om-om Marathon itu bandel tapi menyenangkan. Aku yakin mereka cukup smart untuk menjaga itu,” tutup Erika Carlina. (BRG/Kul)










