
JAKARTA, koranindopos.com – Indonesia harus terlibat dalam mendamaikan konflik panas Rusia-Ukraina. Itulah amanat UUD 1945 yang memerintahkan bangsa ini harus terlibat dalam menciptakan perdamaian dunia. Karena itu, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon mengatakan pada pertemuan Asean +3, telah disepakati bahwasanya Parlemen Indonesia akan menjadi anggota komite yang akan men-drafting resolusi perdamaian Rusia-Ukraina.
Fadli menjelaskan bahwa resolusi tersebut dibawa ke pertemuan Asia Pasifik. “Kita (DPR RI) sponsor utama (emergency item Rusia-Ukraina). Kita yang membuat sponsor dan akan menawarkan ke parlemen dunia,” ujar Fadli setelah mengikuti ASEAN +3 meeting, yang merupakan side event Sidang IPU ke-144, di Nusa Dua, Bali, belum lama ini. Emergency item tersebut bisa menjadi solusi alternatif atas konflik Rusia-Ukraina.
Menurut politisi Gerindra itu, negara-negara di Eropa memang telah membuat suatu emergency item terkait agresi Rusia dan Belarusia terhadap Ukraina. “Menurut kami itu bukan wilayah parlemen. Nah, untuk itu kita mengusulkan apa peran parlemen dalam penyelesaian konflik di Rusia dan Ukraina. Jadi kita lebih mengarah kepada solusi,” terangnya dikutip dari laman resmi DPR RI, Senin (21/3). Dia menilai parlemen dunia mempunyai dampak yang sangat besar terhadap perdamaian dunia.
Sebab, lanjut Fadli, para anggota parlemen merupakan perpanjangan tangan dari rakyat, sehingga lebih leluasa bersuara dan menyampaikan pendapat. “Tetapi kalau kemudian keberadaan kita hanya menyalahkan tentu tidak ada solusi. Kita menjadi suatu jembatan bagi masyarakat untuk mencari penyelesaian dari konflik-konflik tersebut. Untuk itu kami mengusulkan untuk mengedepankan the rule of parliament,” papar Fadli.(hai)









