koranindopos.com, JAKARTA — Di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompleks, masyarakat kelas menengah Indonesia kini cenderung lebih memprioritaskan stabilitas finansial dibandingkan pertumbuhan. Hal ini terungkap dalam FWD Consumer Outlook Survey, sebuah riset yang dilakukan oleh FWD Group bekerja sama dengan Ipsos, yang mengulas kondisi kesejahteraan finansial, kekhawatiran, serta kesenjangan perlindungan di kalangan masyarakat Asia.
Survei ini juga menggambarkan bagaimana setiap generasi memiliki kebutuhan dan cara berbeda dalam mempersiapkan diri menghadapi risiko finansial di masa depan. Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar dua pertiga responden merasa berada dalam tekanan finansial mulai dari rasa khawatir hingga sekadar mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya biaya hidup, ketidakpastian pendapatan, serta tingginya biaya layanan kesehatan.
Perwakilan FWD Insurance, Rudy F. Manik, menjelaskan bahwa setiap generasi menghadapi tantangan finansial yang berbeda di setiap fase kehidupan. Ia menambahkan, meskipun masyarakat mulai lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan, masih banyak yang belum sepenuhnya siap menghadapi kebutuhan finansial jangka panjang, terutama seiring meningkatnya harapan hidup dan biaya kesehatan ujarnya pada Media Briefing FWD consumer outlook survey di Jakarta (13/4).

Secara umum, sekitar 66% responden mengaku merasa stres atau khawatir terhadap kondisi finansial mereka saat ini. Faktor utama yang memengaruhi kondisi ini antara lain kenaikan biaya hidup, ketidakstabilan penghasilan, serta kebutuhan biaya kesehatan yang semakin tinggi. Hal ini mendorong masyarakat untuk lebih fokus menjaga keseimbangan keuangan dibandingkan mengambil risiko untuk pertumbuhan.
Menariknya, survei ini juga mengungkap perbedaan prioritas antar generasi. Generasi Z cenderung berfokus pada upaya mencapai kemandirian finansial dengan perlindungan yang sederhana dan terjangkau. Sementara itu, Generasi Y menghadapi tekanan sebagai “sandwich generation” yang harus memenuhi kebutuhan keluarga inti sekaligus keluarga besar. Di sisi lain, Generasi X lebih memprioritaskan stabilitas jangka panjang dan kesiapan menghadapi masa pensiun.
Dalam konteks jangka panjang, terdapat kesenjangan antara harapan hidup dan kesiapan finansial. Rata-rata responden memperkirakan dapat hidup hingga usia 79 tahun, namun tabungan yang dimiliki diperkirakan hanya mampu menopang kebutuhan sekitar 19 tahun setelah pensiun. Selain itu, adanya potensi periode kerentanan kesehatan di usia lanjut semakin menegaskan pentingnya perencanaan finansial yang matang.
Menanggapi hal tersebut, FWD Insurance berupaya menghadirkan berbagai solusi perlindungan yang relevan bagi setiap generasi, mulai dari produk asuransi jiwa yang fleksibel, perlindungan berbasis syariah, hingga perlindungan jangka panjang untuk masa pensiun. Selain itu, melalui aplikasi FWD Omne, nasabah juga dapat mengakses layanan asuransi dengan lebih mudah, mulai dari pengecekan polis hingga pengajuan klaim secara praktis dalam satu platform.
Melalui hasil survei ini, FWD berharap dapat terus memahami kebutuhan masyarakat secara lebih mendalam, sekaligus menghadirkan solusi yang lebih sederhana, relevan, dan mudah diakses. Dengan pendekatan ini, FWD ingin mendampingi masyarakat Indonesia dalam menjalani hidup dengan lebih tenang dan penuh makna. (sh)










