Kamis, 4 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Opini

Gibran Mendobrak Kebuntuan Estafet Kepemimpinan Politik Indonesia

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
25 Oktober 2023
in Opini
A A
0
Gibran
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Drs. Mansyur Alfarisyi
Ketua Umum Rajawali 08

koranindopos.com – Sosok Gibran Rakabuming Raka, bakal calon wakil presiden yang berpasangan dengan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024 mendatang, seperti sinar terang yang muncul dalam kegelapan. Sinar yang memberikan harapan akan cerahnya politik di Indonesia dimasa yang akan datang.

Selama ini, sosok wakil presiden selalu diisi oleh orang tua yang jauh dari nuansa kaderisasi dan estafet kepemimpinan. Seluruh wakil presiden di Indonesia sejak merdeka, berusia diatas 50 tahun.

Sosok Gibran muncul sebagai cawapres tentu banyak yang terkejut, ada yang senang dan ada yang tidak senang, yang prespektifnya tergantung pada nilai dan kepentingan politik yang dianutnya. Soal senang dan tidak senang itu biasa dalam persoalan politik.

Artikel Terkait

Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?

Fakta di Balik Program ”Stimulan” Perumahan Swadaya

Arsitektur Baru Keadilan Pajak

Gibran adalah seorang anak muda yang lahir pada tanggal 1 Oktober 1987, umur baru berusia 37 tahun. Meskipun berusia muda, Boleh dibilang mempuni di bidang politik. Pertama, dia punya latar pendidikan yang memadai di Singapura dan Australia. Dia menyelesaika SMAnya di Orchid Park Secondary School di tahun 2002.

Kemudian setelah lulus SMA, dia menempuh pendidikan di Management Development Institute of Singapore (MDIS) tahun 2007 dan selanjutnya di University of Technology Insearch, Sydney, Australia hingga lulus di tahun 2010. Selain berpendidikan baik, Gibran juga memiliki pengalaman bisnis dan pemerintahan.

Dalam bisnis dia mendirikan usaha Jasa Boga yang diberi nama Chili Pari. Usahanya ini kemudian mengantarnya menduduki jabatan sebagai ketua Assosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia

Di pemerintahan dia menjadi walikota Surakarta sejak 26 Februari 2021.kekuatannya dalam berpolitik karena “mengalir darah” Joko Widodo, Presiden RI 2014 – 2019 dan 2019 – 2024. Pamor Jokowi tak terbantahkan mendongkrak pamor Gibran.

Jalan mulus Gibran dalam politik juga karena dikabulkannya gugatan perkara No. 90/PUUXXI/2023, terkait batas usia minimum calon presiden/wakil presiden dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tetang Pemilihan Umum.

Polemik Gibran.

Munculnya Gibran dalam kancah politik nasional, menimbulkan setidaknya dua polemik.

Pertama. usianya dianggap terlalu muda untuk memimpin bangsa dan negara sebesar Indonesia ini.

Kalangan realis beranggapan usia bukan ukuran seorang untuk menjadi pemimpin negara. Contohnya Kim Jong Un berusia 27 tahun ketika memimpin Korea Utara, Sebastian Kurz berusia 31 tahun ketika menjadi Kanselir atau Perdana Menteri Austria, Sanna Marin berusia 33 tahun ketika menjadi Perdana Menteri Finlandia, Gabriel Boric berusia 36 tahun ketika menjadi Presiden Chili, Jacinda Ardern berusia 37 tahun ketika menjadi Perdana Menteri Selandia Baru dan Emmanuel Macron berusia 39 tahun ketika menjadi Presiden Prancis.

Pendapat Sementara kalangan skeptis, menganggap terlalu riskan urusan negara dipertaruhkan ke tangan anak muda yang belum matang. Bahkan cenderung tendensius dianggap “masih ingusan” dalam mengelola negara.

Kedua. Karena Gibran merupakan anak presiden Joko Widodo secara biologis dan politik. Jadi, dianggap membangun politik dinasti. Sebetulnya fenomena Gibran sama saja dengan posisi AHY dan SBY, di partai Demokrat, Puan Maharani dan Megawati di PDIP dan Yenny Wahid dan Gus Dur dalam peta politik Nahdiyin.

Politik dinasti di Indonesia adalah sebuah keniscayaan yang tak mungkin dihapuskan
Persoalannya kemudian, apakah usia muda dan fenomena politik dinasti dianggap menghambat proses demokrasi atau tidak dalam proses politik di Indonesia?

Dalam Sistem Demokrasi.
Dalam sistem demokrasi politik di Indonesia, Fenomena Giran sebetulnya lebih banyak bersifat wacana politik yang memanas menjelang pemilihan presiden 2024.

Sebetulnya secara substansial proses politik demokrasi tidak terhambat oleh dua persoalan diatas, baik usia muda maupun politik dinasti.

Karena demokratisasi adalah soal membangun struktur politik demokrasi dan membangun kultur politik yang demokratis. Jadi, demokrasi bukanlah soal figur, soal figur Gibran misalnya.

Struktur demokrasi minimum yang dibangun dalam sebuah negara demokrasi, minimal
memenuhi prinsip Trias Politica, adanya eksekutif, legislatif dan yudikatif. Untuk memastikan adanya unsur Check and Balance dalam proses politik. Bahkan sesuai perkembangan demokrasi, media menjadi pilar ke Empat dalam proses demokrasi melengkapi prinsip Trias Politica diatas.

Selanjutnya membangun kultur demokrasi, artinya membangun pola fikir, narasi dan prilaku politik yang demokratis yang dalam perjuangannya mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, demokrasi haruslah saling menghargai perbedaan berpendapat, tidak patut perbedaan pendapat menjadi dasar permusuhan politik yang berkepanjangan.

Prinsip lainnya adalah mentaati hukum. Artinya suka atau tidak suka, enak atau tidak enak keputusan hukum harus ditaati. Aturan hukum itu menjadi batas kita berdemokrasi. Tanpa dua prinsip diatas, demokrasi akan menjadi liar dan menjadi politik yang sangat berbahaya bagi kehidupan bermasyarakat.

Sosok Gibran dengan kemudaan dan isu politik dinasti yang menerpanya, disikapinya secara lugas. “Pokoknya kita pingin Pilpres semuamya aman dan damai itu yang paling penting. Semuanya harus rukun, ngga boleh ada yang berantem, apalagi berantem di medsos. Pokonya dibawa santai saja”. Ungkapan Gibran diatas menandakan dia sudah menjadi politisi yang matang meski dianggap berusia sangat muda dan masih “ingusan”.

Kalimat lugas itu diucapkannya dalam acara INDONESIA MEMANGGIL GIBRAN, di Tugu
Proklamasi yang digagas masyarakat pendukungnya di Jakarta, tanggal 21 Oktober 2023.

Jadi pantaslah kita berharap Gibran akan menjadi Pendobrak Kebuntuan Estafet Kepemimpinan dalam proses politik Indonesia kedepan.

Topik: Gibran Rakabuming

TerkaitBerita

Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?
Opini

Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?

oleh Editor : Anggoro
3 Juni 2026
PERKUAT KELUARGA: Dari kiri, Bendahara Umum Sari Yuliati, Ketum Golkar Bahlil Lahadalia, dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Adies Kadir dalam satu momentum kegiatan partai. (Foto Ilustrasi: memoindonsia.co.id)
Opini

Fakta di Balik Program ”Stimulan” Perumahan Swadaya

oleh Editor : Memoarto
11 Mei 2026
Arsitektur Baru Keadilan Pajak
Opini

Arsitektur Baru Keadilan Pajak

oleh Editor : Anggoro
6 Mei 2026
Pendidikan Bermutu untuk Semua bukan Sekadar Sekolah
Opini

Pendidikan Bermutu untuk Semua bukan Sekadar Sekolah

oleh Editor : Anggoro
5 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

INDUSTRI MINUMAN: Dari kiri, Ketua Umum ASRIM Triyono Prijosoesilo (kiri) Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin Merrijantij Punguan Pintaria, dan Peneliti Senior CORE Indonesia Muhammad Ishak Razak pada acara siaran pers di Hotel Bidakara, Tebet, Jakarta Selatan pada Kamis (4/6/26). (FOTO: SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM)

Minuman Kemasan Adalah Industri Penopang Konsumsi Domestik

4 Juni 2026
Perkembangan Kendaraan Listrik Dorong Pemanfaatan Teknologi Telematika

Perkembangan Kendaraan Listrik Dorong Pemanfaatan Teknologi Telematika

4 Juni 2026
BRIN Buka Peluang Magang dan Pendidikan Riset bagi Mahasiswa, Fokus pada Semikonduktor dan Nanoteknologi

BRIN Buka Peluang Magang dan Pendidikan Riset bagi Mahasiswa, Fokus pada Semikonduktor dan Nanoteknologi

4 Juni 2026
Kasus Penyakit Katup Jantung di Indonesia Masih Tinggi, Deteksi Dini dan Teknologi Modern Jadi Kunci Penanganan

Kasus Penyakit Katup Jantung di Indonesia Masih Tinggi, Deteksi Dini dan Teknologi Modern Jadi Kunci Penanganan

4 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3392 shares
    Share 1357 Tweet 848
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    394 shares
    Share 158 Tweet 99
  • Dapat Pujian dari Kepala Bappebti, Apa Kunci Sukses 27 Tahun Perjalanan Didimax?

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Edukasi Komunitas Forex Bandung, Didimax Ingatkan Pentingnya Transaksi Mandiri Demi Keamanan Dana

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    695 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya