Sabtu, 7 Maret 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • More
Home Ekonomi Bisnis

 Gillette Musnahkan 1,5 Juta Produk Pisau Cukur Tiruan Terbesar di Indonesia

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
30 September 2025
in Bisnis
0
 Gillette 
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com, JAKARTA – Perusahaan FMCG ternama, P&G Indonesia, melalui merek Gillette terus menunjukkan upayanya dalam melindungi konsumen dari peredaran produk palsu. Pada tahun 2023, Gillette telah memusnahkan 800.000 pisau cukur tiruan 3D Gillette sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap keamanan konsumen. Tahun ini, Gillette bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan Kepolisian Republik Indonesia berhasil mengamankan sekitar 1,5 juta pisau cukur palsu dan tiruan yang menyerupai Gillette. Produk pisau cukur palsu dan tiruan ini akan dimusnahkan dan menjadi salah satu pemusnahan pisau cukur palsu terbesar di Indonesia saat ini.

Maraknya produk pisau cukur tiruan yang tersebar di pasar Indonesia dengan kualitas yang tidak terjamin dan berpotensi membahayakan konsumen, mendorong Gillette untuk senantiasa mengambil langkah tegas demi mencegah peredaran produk pisau cukur tiruan dengan memperkuat perlindungan merek serta memastikan distribusi produk resmi yang terjamin kualitas dan keamanannya.

Sejalan dengan upaya tersebut, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Republik Indonesia turut menyampaikan apresiasi kepada Gillette Indonesia atas langkah kooperatifnya dalam menegakkan hukum terkait peredaran pisau cukur tiruan di Indonesia.

 Gillette 

Artikel Terkait

Menkeu Purbaya Soroti Defisit APBN Februari 2026 yang Capai Rp135,7 Triliun

Sambut Idul Fitri 1447 H, Grand Indonesia Hadirkan Shades in Harmony

Kinerja BRI Group Solid, Laba Perusahaan Anak Tembus Rp10,38 Triliun pada 2025

“Kami mengapresiasi Gillette Indonesia yang kooperatif dalam menanggapi laporan pisau cukur tiruan yang menyerupai merek dagang Gillette. Pemusnahan produk tiruan ini membantu kami dalam mencegah peredaran barang palsu atau tiruan tidak kembali dijual atau disalahgunakan di pasaran. Adapun penemuan produk-produk tersebut berhasil diidentifikasi melalui sistem pemantauan kami dan hasil inspeksi lapangan di kawasan pelabuhan dan gudang penyimpanan di Tanjung Priok. Beberapa dari produk tiruan tersebut terindikasi tidak terdaftar, termasuk yang meniru merek Gillette,” Jelas Tarto Sudarsono, Kepala Seksi Kejahatan Lintas Negara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Gillette turut menyampaikan bahwa seluruh produk yang beredar di Indonesia dibuat di fasilitas berteknologi maju yang mengikuti standar internasional, serta melalui pemeriksaan kualitas ketat. Sebelum masuk proses manufaktur, Gillette juga melakukan analisis mendalam terhadap perilaku konsumen untuk memastikan produk yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Sedangkan produk pisau cukur palsu dan tiruan tidak memiliki jaminan standar kualitas maupun keamanan material seperti produk asli sehingga dapat membahayakan konsumen pada saat penggunaannya. Melalui pemusnahan produk tiruan ini, Gillette akan terus memprioritaskan perlindungan konsumen dari produk-produk tiruan yang tidak terjamin kualitasnya.

Mikhael Hintono selaku Brand Director Gillette Indonesia menyampaikan, “Setelah upaya hukum yang telah kami lakukan dua tahun lalu terhadap produk pisau cukur tiruan yang menyerupai merek dagang 3D Gillette, peredaran produk tiruan kembali marak dan berpotensi membahayakan konsumen. Memberikan produk dengan standar tertinggi tetap menjadi prioritas kami, termasuk keamanan, pengemasan, dan distribusi sesuai regulasi. Kami menghargai langkah tegas Bea Cukai, PPNS, serta Kepolisian RI dalam mengamankan 1,5 juta produk pisau cukur palsu hingga berhasil disita dan sedang dalam proses pemusnahan. Kami berharap para pelaku usaha lebih berhati-hati dan teliti dalam memasarkan produknya, dan mengimbau konsumen untuk membeli produk asli Gillette melalui toko dan distributor yang terpercaya.”

Menanggapi keberhasilan operasi ini, Brigjen Pol. Arie Ardian Rishadi, Direktur Penegakan Hukum PPNS, menekankan pentingnya peran penegakan hukum atas pelanggaran hak kekayaan intelektual. “Sampai saat ini kerjasama dengan berbagai pihak telah mengamankan dan menyita sekitar 1,5 juta produk pisau cukur palsu dan tiruan yang telah dipasarkan dengan menggunakan beragam merek. Produk palsu ini telah diserahkan kepada instansi terkait untuk ditindaklanjuti. Selanjutnya, kami juga menghimbau kepada para konsumen untuk dapat mengedepankan ketelitian dalam membeli suatu produk mengingat potensi gangguan kesehatan atas produk palsu, dan kami juga menghimbau kepada para pelaku usaha, untuk tidak memperdagangkan barang palsu mengingat adanya implikasi pidana dan tentunya merugikan banyak pihak. Ke depannya, kami berkomitmen untuk terus mengawasi peredaran barang tiruan dan produk lainnya demi menegakkan aturan hukum Kekayaan Intelektual untuk melindungi hak konsumen Indonesia sesuai dengan aturan yang berlaku.”

Sementara itu, INTA (International Trademark Association) President, Elisabeth Stewart Bradley, menegaskan, “Sebagai organisasi global yang mendukung para pemilik merek dan perlindungan hak kekayaan intelektual, INTA berperan aktif dalam menindak peredaran produk tiruan. INTA memberikan panduan praktik terbaik bagi pemilik merek dan platform penjualan online, mendorong penegakan hukum, serta meningkatkan kesadaran publik tentang risiko produk palsu. Kami mendukung upaya Gillette dan otoritas Indonesia dalam memastikan konsumen mendapatkan produk asli dan aman, serta memberikan apresiasi atas usaha berkelanjutan dalam mendaur ulang pisau cukur ini.”

48236cb1 e864 4201 8d30 dfe4c94d8265 -  Gillette Musnahkan 1,5 Juta Produk Pisau Cukur Tiruan Terbesar di Indonesia

Gillette Indonesia mengapresiasi langkah tegas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Republik Indonesia, PPNS dan Kepolisian Republik dalam memberantas peredaran produk tiruan yang meniru dan memalsukan merek dagang pisau cukur palsu. Gillette menghargai kesempatan bekerja sama dengan International Trademark Association dalam program edukasi publik dan keterlibatan pemangku kepentingan secara global yang sedang berlangsung untuk menangani masalah produk pisau cukur palsu.

Penegakan hukum ini menjadi salah satu penyitaan produk pisau cukur tiruan terbesar di Indonesia, dengan total sekitar 1,5 Juta produk, dengan rincian:

  • Produkpisau cukur dengan merek Vortex dan Montana, total 16 kotak (sekitar 648 buah)
  • Produkpisau cukur berwarna biru dan kuning tanpa merek dagang, terkait kasus Mega Buana Makmur, total 250 kotak (sekitar 000 buah pisau cukur biru dan 150.000 buah pisau cukur kuning)
  • Produkpisau cukur dengan merek Bang Kumis, total 1 kotak (sekitar 800 buah)
  • Produkpisau cukur dengan merek V-Tro Max, total 2 kotak (sekitar 600 buah)
  • 129 kotak,sekitar 912 buah produk tiruan menyerupai Gillette Goal II (kasus PT. Penco Mega Abadi)
  • 70kotak, sekitar 000 buah produk tiruan Gillette Goal (kasus PT. Maju Dua Tujuh)

Dalam proses pemusnahan ini, Gillette turut menggandeng Waste4Change, perusahaan manajemen sampah berkelanjutan yang mengedepankan pengelolaan limbah ramah lingkungan, sebagai mitra pengelolaan limbah produk pisau cukur tiruan. Kolaborasi ini memastikan produk- produk tiruan tidak sekadar dimusnahkan, tetapi juga dapat didaur ulang sehingga limbah yang tersisa dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

Sejalan dengan hal tersebut, Gillette juga mengajak konsumen agar cermat dalam memastikan keaslian produk pisau cukur Gillette yang dibeli melalui toko dan distributor yang terpercaya yang menjamin keaslian produk serta mengimbau pelaku usaha untuk mengedepankan persaingan yang sehat dalam memasarkan produk. (rls/sh)

Topik: Gillette
Sebelumnya

Pemkab Serang dan Dubes Uni Emirat Arab Bertemu Bahas Potensi Kerja Sama Strategis

Selanjutnya

Satu Tahun Program P&G x TikTok – Jalin Nusantara

TerkaitBerita

Menkeu Purbaya Soroti Defisit APBN Februari 2026 yang Capai Rp135,7 Triliun
Bisnis

Menkeu Purbaya Soroti Defisit APBN Februari 2026 yang Capai Rp135,7 Triliun

oleh Editor : Affandy
7 Maret 2026
SAMBUT LEBARAN: Grand Indonesia (GI) menghadirkan program bertajuk Shades in Harmony selama Ramadan dan Idul Fitri hingga 29 Maret 2026. (FOTO: WAYTRI/KORANINDOPOS.COM)
Bisnis

Sambut Idul Fitri 1447 H, Grand Indonesia Hadirkan Shades in Harmony

oleh Editor : Memoarto
6 Maret 2026
Kinerja BRI Group Solid, Laba Perusahaan Anak Tembus Rp10,38 Triliun pada 2025
Bisnis

Kinerja BRI Group Solid, Laba Perusahaan Anak Tembus Rp10,38 Triliun pada 2025

oleh Editor : Affandy
6 Maret 2026
Adira Finance
Bisnis

Fondasi Kinerja 2025 yang Kuat, Adira Finance Dampingi Ramadan Lebih Tenang

oleh Editor : Hanasa
5 Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Donny Fattah, Pendiri dan Bassis God Bless, Wafat di Usia 76 Tahun

Donny Fattah, Pendiri dan Bassis God Bless, Wafat di Usia 76 Tahun

7 Maret 2026
Kabar Duka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia

Kabar Duka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia

7 Maret 2026
Tuntut Keadilan, Ratusan Korban Dugaan Penipuan Timothy Ronald Geruduk Bareskrim Polri

Tuntut Keadilan, Ratusan Korban Dugaan Penipuan Timothy Ronald Geruduk Bareskrim Polri

7 Maret 2026
Tak Terima Difitnah Makan Uang Donasi, Teh Novi Resmi Polisikan Agus Salim

Tak Terima Difitnah Makan Uang Donasi, Teh Novi Resmi Polisikan Agus Salim

7 Maret 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    2730 shares
    Share 1092 Tweet 683
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    500 shares
    Share 200 Tweet 125
  • Apple Siapkan Peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone Fold pada Juli 2026

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Honda X-Tracker 2026 Resmi Masuk Indonesia, Motor Bebek Trail Dibanderol Mulai Rp16 Jutaan

    590 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Tuntut Keadilan, Ratusan Korban Dugaan Penipuan Timothy Ronald Geruduk Bareskrim Polri

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya