Koranindopos.com – Jakarta. Korupsi, sebagai tindakan kejahatan terorganisir, tidak pernah dilakukan sendirian. Dalam kasus besar seperti pertambangan, praktik ini membutuhkan keterlibatan banyak pihak dalam sebuah permufakatan jahat. Semakin besar skala korupsi, semakin luas jaringan pelaku yang dibutuhkan untuk menyembunyikan jejak dari pandangan publik.
Korupsi di sektor pertambangan bukanlah sesuatu yang bisa disembunyikan dengan mudah. Aktivitas seperti penggalian tanah, perusakan hutan, pencemaran sungai, hingga pengangkutan barang tambang meninggalkan jejak yang sangat terlihat. Untuk menutupi semua itu, dibutuhkan sistem yang kompleks melibatkan banyak pihak, mulai dari yang dibungkam, disuap, hingga mereka yang mengaburkan fakta.
Namun, dalam kasus korupsi tambang timah di Bangka Belitung yang merugikan negara hingga Rp300 triliun, perhatian publik justru tertuju pada satu nama, yaitu Harvey Moeis. Suami artis Sandra Dewi ini divonis 6,5 tahun penjara atas keterlibatannya.

Yang menarik, Harvey Moeis bukanlah tokoh utama dalam kasus ini. Ia bukan pemilik perusahaan tambang, bukan pemegang saham, bahkan bukan direksi. Perannya disebut hanya “membantu teman melakukan korupsi.” Namun, mengapa sorotan publik seolah hanya tertuju padanya?
Pertanyaan ini menimbulkan spekulasi bahwa perhatian pada Harvey Moeis mungkin sengaja diarahkan untuk menutupi dalang utama di balik mega korupsi ini. Dalam sebuah kasus sebesar ini, dengan dampak lingkungan mencapai Rp271 triliun, mustahil hanya melibatkan kurang dari 15 orang.
Guru Gembul, seorang YouTuber dengan lebih dari 1,39 juta pengikut, turut mengangkat hal ini dalam unggahannya pada 29 Desember 2024 yang berjudul ‘GJ 124 | MEGA KORUPSI 300 TRILIUN HARVEY MOEIS CUMA SETTINGAN?! JANGAN TERTIPU!’.
“Kalau kasus besar seperti ini, dan yang ditangkap hanya sedikit, maka pasti ada bos besar yang masih bebas berkeliaran,” tegasnya.
Kerusakan lingkungan akibat pertambangan di Bangka Belitung sangat nyata. Sungai-sungai tercemar, hutan-hutan hancur, dan jalanan rusak akibat aktivitas tambang terlihat dengan jelas. Guru Gembul mempertanyakan peran pejabat daerah dalam kasus ini, mulai dari gubernur, bupati, hingga lurah setempat. “Apa mereka tidak tahu? Apa mereka tidak terlibat?” ujarnya dalam video yang sudah ditonton lebih dari 157 ribu kali itu.
Potongan video ini juga ramai diperbincangkan di Threads, dengan lebih dari 1.000 kali dibagikan dan 2.500 likes. Guru Gembul menyoroti bahwa korupsi di sektor tambang sulit untuk disembunyikan. “Korupsi tambang itu enggak mungkin kecil-kecilan. Dampak ekologisnya sangat terlihat,” katanya.
Kasus korupsi tambang timah di Bangka Belitung membuka mata publik tentang besarnya jaringan yang terlibat dalam praktik ini. Namun, sorotan yang berlebihan pada Harvey Moeis justru menimbulkan kecurigaan bahwa ada upaya pengalihan perhatian agar dalang utama tetap bebas.
Kerusakan lingkungan yang mencolok seharusnya menjadi alarm bahwa kasus ini lebih kompleks dari sekadar satu atau dua nama. Diperlukan pengawasan lebih mendalam untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat, termasuk pejabat dan pengusaha besar, bertanggung jawab atas kerugian negara dan lingkungan.
















