koranindopos.com – Abu Dhabi, Kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Persatuan Emirat Arab (PEA) telah berlangsung sukses dengan menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama bilateral yang signifikan. Meskipun kunjungan ini terbilang singkat, berbagai MoU (Memorandum of Understanding) yang disepakati antara pemerintah Indonesia dan pemerintah PEA, serta antarpelaku bisnis, menandai langkah penting dalam memperkuat hubungan kedua negara.
Pertemuan bilateral yang berlangsung di Qasr Al Watan antara Presiden Jokowi dan Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) menghasilkan beberapa kesepakatan penting yang diumumkan di hadapan kedua pemimpin. Berikut adalah rincian kesepakatan yang dicapai:
- MoU antara Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia dan Eagle Hills
- Kerja sama dalam peningkatan ekosistem pariwisata melalui aset BUMN di sektor bandar udara dan logistik, pelayanan (perhotelan), dan destinasi pariwisata.
- MoU antara Dubai International Financial Centre Authority dan Otorita Ibu Kota Nusantara
- Kerja sama yang berfokus pada pengembangan infrastruktur keuangan di ibu kota baru Indonesia, Nusantara.
- MoU antara PT Indonesia Comnets Plus dan Abu Dhabi Future Energy Company PJSC-Masdar
- Studi bersama terkait atap tenaga surya di Indonesia untuk mendorong penggunaan energi terbarukan.
- MoU antara Emirates Nuclear Energy Company dan Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia
- Kerja sama dalam bidang pembangkit listrik tenaga nuklir untuk mendukung program nuklir di PEA dan Indonesia.
- MoU antara Dana Konservasi Spesies Mohamed Bin Zayed dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia
- Pendirian Pusat Penelitian Mangrove Internasional Sheikh Mohamed Bin Zayed dan Joko Widodo di Bali.
- MoU antara Kementerian Keuangan RI dan Kementerian Keuangan PEA
- Kerja sama dalam manajemen keuangan publik.
- MoU antara Bank Indonesia dan Bank Sentral PEA (UAECB)
- Kerja sama dalam sistem pembayaran untuk memfasilitasi transaksi keuangan antara kedua negara.
- Perjanjian Kerja Sama dalam Bidang Pesawat Patroli Maritim dan Pesawat Anti Kapal Selam
- Penguatan kemampuan maritim kedua negara melalui kerja sama dalam bidang pesawat patroli dan anti kapal selam.
Kesepakatan-kesepakatan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi hubungan bilateral Indonesia dan PEA, terutama dalam sektor ekonomi, energi, dan teknologi. Kerja sama ini tidak hanya menguntungkan kedua negara secara ekonomis, tetapi juga mendukung upaya global dalam bidang lingkungan dan energi terbarukan.
Kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke PEA menandai langkah maju dalam hubungan Indonesia dan PEA. Dengan adanya berbagai kesepakatan kerja sama yang telah dicapai, kedua negara menunjukkan komitmen kuat untuk bekerja sama dalam berbagai bidang strategis demi kesejahteraan dan kemajuan bersama. (hai)










