JAYAPURA, koranindopos.com – Di awal tahun 2022, Waringin Hospitality Hotel Group melebarkan sayapnya hingga pulau paling timur di Indonesia yaitu di kota Jayapura, Papua. Hotel 88 hadir dengan konsep bintang 3 yang sangat mewah dan merupakan yang pertama ada di kota Jayapura.
Project yang dibangun sejak tahun 2021 ini, di danai oleh investor David Haluk dari Hotel 88 Cendrawasih dan FX. Tommy Setiawan sebagai COO Waringin Hospitality Hotel Group. Hotel 88 Cenderawasih di bangun di jalan Tasangkapura, Jayapura dengan luas tanah sekitar 13.733 m2. Hotel dengan konsep tema interior modern dipadukan dengan unsur budaya local papua, memiliki 8 lantai, 150 kamar dengan 7 type kamar dari Standard room hingga President Suite. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti café & restaurant, meeting room, ballroom, kolam renang, karaoke & bar lounge, gym & spa, tropical rainforest.
Menurut Metty Yan Harahap selaku Corporate Director of Marketing Waringin Hospitality Hotel Group, Hotel 88 Cendrawasih memiliki lokasi yang strategis dan indah. Pemandangan Pegunungan Cycloo, Teluk Youtefa, dan Teluk Yos Sudarso menambah daya Tarik Hotel 88. Ditambah lagi jarak tempuh dengan Bandar Udara Sentani, Jayapura hanya sekitar 60 menit.
“Banyak tempat wisata menarik yang bisa anda kunjungi selagi liburan atau perjalanan bisnis ke kota Jayapura. Anda bisa pergi ke Air Terjun Cyclop, Danau Love, Danau Imfote, Pantai Tablanusu, Danau Sentani, Desa Skow (Perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini), Pantai Pasir Enam, Pantai Yacoba, Kali Biru Gayem, dan masih banyak lagi lainnya, ujar Metty.
Di tahun 2022 ini, Waringin Hospitality Hotel Group, berharap management dapat bertahan atas semua pencapaian terbaik, dan kuat mengatasi segala perubahan dari perkembangan bisnis.
“Kita di hadapkan pada kondisi ekonomi dan bisnis yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu kita perlu belajar dan beradaptasi dari peristiwa-peristiwa yang terjadi 2 tahun belakangan ini, maka di tahun 2022 menjadi sebuah lembaran yang baru untuk kita tumbuh dan berkembang lebih baik. Ourchoice to adapt dan grow”, jelas Metty. (riz)










