Koranindopos.com – JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Senin (4/5/2026) sore hingga malam menimbulkan berbagai gangguan di sejumlah wilayah. Dampak yang terjadi tidak hanya berupa banjir, tetapi juga kemacetan lalu lintas, terganggunya layanan transportasi publik, hingga insiden pohon tumbang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, hingga pukul 19.00 WIB terdapat 55 rukun tetangga (RT) serta tiga ruas jalan yang tergenang banjir. Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa genangan terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat, dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 120 sentimeter.
“Kondisi ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi serta luapan sejumlah kali, di antaranya Kali Krukut dan Kali Grogol Mampang,” ujar Yohan.
Sejumlah wilayah di Jakarta Selatan yang terdampak meliputi Cilandak Timur, Cilandak Barat, Lebak Bulus, Petogogogan, Pela Mampang, dan Bangka. Sementara itu, di Jakarta Barat, genangan dilaporkan terjadi di Sukabumi Selatan dan Sukabumi Utara.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi beberapa ruas jalan penting, seperti Jalan Swadarma di Ulujami, Jalan Ciledug Raya di Cipulir, dan Jalan Kartika di Meruya Utara. BPBD DKI Jakarta menyatakan bahwa proses penanganan masih berlangsung dengan mengerahkan petugas untuk melakukan penyedotan air serta memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik.
Dampak hujan deras juga dirasakan pada layanan transportasi publik, khususnya Transjakarta. Sejumlah rute mengalami keterlambatan hingga penyesuaian operasional akibat genangan air di beberapa titik.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengungkapkan bahwa genangan di wilayah Ciledug menyebabkan keterlambatan signifikan, terutama pada Koridor 13 rute Ciledug–Tendean.
“Layanan mengalami keterlambatan armada yang cukup signifikan akibat adanya genangan air di sekitar wilayah Ciledug,” ujarnya.
Pantauan di Halte Tegal Mampang menunjukkan antrean bus yang cukup panjang, sementara penumpang terlihat berdesakan baik di dalam halte maupun di dalam bus. Bahkan, waktu tempuh dari Halte Setiabudi ke Tegal Mampang mencapai hampir satu jam.
Akibat banjir, beberapa rute Transjakarta juga mengalami perubahan operasional, antara lain:
- Koridor 8 (Lebak Bulus–Pasar Baru) dipersingkat
- Rute 8E (Bintaro–Blok M) dihentikan sementara
- Rute 8D (Meruya Selatan–Blok M) dialihkan
- Koridor 13 dipersingkat menjadi rute Puribeta 2–Tegal Mampang
Selain banjir dan gangguan transportasi, kemacetan lalu lintas juga meluas di berbagai titik, khususnya di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Kepadatan kendaraan terjadi akibat genangan air yang memperlambat arus lalu lintas serta meningkatnya volume kendaraan di jam sibuk.
Secara keseluruhan, hujan deras yang melanda Jakarta pada hari itu menunjukkan kembali kerentanan ibu kota terhadap cuaca ekstrem. Pemerintah daerah terus melakukan upaya penanganan di lapangan, sementara masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan dan gangguan aktivitas.(dhil)










