koranindopos.com. – Jakarta, Indonesia mencatat sejarah baru di dunia penerbangan militer. Pesawat angkut strategis Airbus A400M Atlas resmi tiba di Tanah Air dan bergabung dalam jajaran armada TNI Angkatan Udara (AU). Momen bersejarah ini disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Kedatangan A400M menjadi tonggak penting modernisasi alutsista udara Indonesia. “Pesawat ini simbol bertambahnya kekuatan dan kesiapan TNI AU dalam menjalankan berbagai misi, baik operasi militer perang maupun nonperang,” ujar Marsekal TNI M. Tonny Harjono.
Pesawat dengan nomor registrasi A-4001 itu menempuh perjalanan panjang dari pabrik Airbus di Sevilla, Spanyol, dengan rute Abu Dhabi – Kualanamu – Halim. Setibanya di Jakarta, awak ferry flight menerima penyambutan hangat berupa pengalungan bunga, simbol kebanggaan atas pencapaian TNI AU.
Salah satu pilot, Mayor (Pnb) Riki Sihaloho, mengungkapkan rasa harunya bisa menerbangkan pesawat canggih tersebut. “Terpilih menjadi awak A400M adalah anugerah dan kehormatan besar. Ini rezeki dari Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya. Riki merupakan salah satu dari empat pilot Indonesia yang telah menjalani pelatihan intensif selama tiga bulan di Spanyol.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa A400M bukan hanya simbol kekuatan militer, tetapi juga alat kemanusiaan lintas negara. “Pesawat ini mampu mendukung misi kemanusiaan, evakuasi korban luka, hingga bantuan medis udara. Saya sudah memerintahkan agar pesawat dilengkapi modul operasi dan ambulans udara,” kata Prabowo.
Ia juga menyebut pesawat ini dapat digunakan untuk bantuan kemanusiaan internasional, termasuk misi di Gaza, Palestina.
Airbus A400M Atlas dikenal sebagai “The World’s Most Advanced Airlifter”, menggabungkan kecepatan jet dan daya angkut berat pesawat kargo besar. Dengan empat mesin Europrop TP400-D6—turboprop terkuat di dunia—A400M mampu membawa hingga 37 ton muatan, termasuk truk taktis berat dan peralatan tempur besar.
Pesawat ini juga dapat mengangkut 116 personel lengkap dengan perlengkapan tempur, berfungsi sebagai tanker udara (air-to-air refueling), serta mendukung misi MEDEVAC dan pemadaman kebakaran hutan. Airbus bahkan tengah mengkaji pemasangan firefighting kit berkapasitas 20.000 liter air untuk operasi pemadaman di Indonesia.
Kepala Airbus Defence & Space, Karl-Heinz Grossman, menyebut kerja sama dengan Indonesia sebagai langkah strategis memperkuat kemampuan regional. “A400M menandakan modernisasi kemampuan angkut udara Indonesia. Kami menantikan kerja sama erat dengan TNI AU,” ujarnya.
Unit A-4001 merupakan bagian dari kontrak dua pesawat A400M yang dipesan Indonesia pada 2021. Unit kedua akan tiba pada 2026, dan Presiden Prabowo menyatakan rencana penambahan empat unit lagi untuk memperkuat armada.
Dalam dua dekade terakhir, TNI AU aktif dalam berbagai misi kemanusiaan, mulai dari evakuasi WNI di zona konflik hingga pengiriman bantuan bencana alam. Dengan kemampuan multi-misi A400M, Indonesia kini siap menanggapi kebutuhan bencana, operasi perdamaian, maupun transportasi strategis nasional dengan cepat dan efisien.
“Kedatangan A400M bukan hanya menambah kekuatan udara, tapi juga menegaskan bahwa kekuatan militer Indonesia bisa menjadi kekuatan kemanusiaan dunia,” tegas Presiden Prabowo. (hai)















