koranindopos.com – Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar acara Jakarta Bedug Kolosal di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2026) malam. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Car Free Night dalam menyambut Idulfitri 1447 Hijriah.
Acara yang mengusung tema “Eid Mubarak Jakarta: Rhythm of Fountain” tersebut menghadirkan 1.000 penabuh bedug dari seluruh wilayah Jakarta, serta perwakilan dari Provinsi Banten dan Sumatra Barat. Ribuan warga turut memadati lokasi untuk menyaksikan kemeriahan perayaan malam takbiran tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan dentuman bedug yang menggema menjadi simbol kebersamaan masyarakat Jakarta dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
“Dentuman bedug yang menggema menjadi simbol semangat kebersamaan bagi seluruh warga Jakarta, merupakan kekuatan tradisi yang selalu dijaga,” ujar Pramono.
Selain penampilan bedug kolosal, acara juga dimeriahkan dengan pawai obor yang diikuti sekitar 5.000 peserta dari berbagai wilayah Jakarta, parade kendaraan hias, serta pertunjukan air mancur yang menambah semarak suasana.
Pramono menjelaskan, kegiatan ini memadukan unsur budaya Betawi dengan sentuhan modern untuk menghadirkan pengalaman perayaan yang meriah dan berkesan. Ia berharap acara tersebut dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di ibu kota.
“Kegiatan ini memperkuat nilai kebersamaan, mempererat harmoni sosial, serta mendorong kreativitas masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, perayaan malam takbiran tahun ini terasa istimewa karena berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, yang mencerminkan keberagaman dan toleransi di Jakarta.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan selama perayaan berlangsung. “Mari kita rayakan malam takbiran ini dengan semangat jaga Jakarta agar tetap nyaman bagi semua,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, mengapresiasi penyelenggaraan Jakarta Bedug Kolosal yang dinilai menjadi kegiatan yang telah lama dinantikan masyarakat.
“Ini kegiatan yang dirindukan oleh masyarakat yang sudah berpuluh tahun belum dilaksanakan,” tandasnya. (dni)










