koranindopos.com – Jakarta. Jakarta akan menjadi tuan rumah Mayors and Governors Meeting of the ASEAN Capital (MGMAC) 2023. Pertemuan para pemimpin ibu kota se-ASEAN itu menjadi sarana setiap kota peserta yang berasal dari negara-negara anggota ASEAN untuk saling belajar tentang pengelolaan terbaik dari isu-isu perkotaan. Terpilihnya Jakarta sebagai tuan rumah MGMAC 2023 resmi diumumkan dalam kegiatan MGMAC 2022 di Phnom Penh, Kerajaan Kamboja, pada 2 Desember lalu.
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono menuturkan, untuk mempersiapkan kegiatan tersebut, beberapa waktu lalu sudah melantik Marullah Matali sebagai Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata.
”Pak deputi bersama saya bisa persiapkan sebagai Keketuaan ASEAN 2023. Berkenaan dengan itu, nanti pak deputi bisa memimpin rapat di 2023 bergantian dengan saya untuk berkoordiansi dengan pemerintah pusat. Kita sudah tahu tempatnya yaitu di Kantor ASEAN. Maka sarana prasarana apa yang kita siapkan, tempat pertemuan bilateral di mana, tempat nanti untuk kegiatan wisata di mana, dinner di mana, itu harus kita pikirkan detail. Maka kalau saya didampingi deputi, sekda, dan seluruh jajaran, bisa diselesaikan,” ujarnya.
Menurut Heru, untuk mempersiapkan semua kebutuhan menyambut kegiatan internasional tersebut membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Namun, dengan dibantu deputi dan jajaran DKI, dia yakin bisa menyiapkan kegiatan tersebut dengan baik. ”Pasti, Januari, Februari, Maret, April itu kita sangat sibuk. Makanya, kita harus gesit,” katanya.
Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama Daerah (KSD) Setda Provinsi DKI Marulina Dewi menuturkan, kegiatan tersebut diinisasi oleh Joko Widodo pada 2013 ketika masih menjabat gubernur DKI. ”Pak Jokowi selaku gubernur di tahun 2013 menginisiasi agar perlu ada pertemuan khusus para gubernur atau wali kota yang menjadi ibu kota negara Asean. Nah semenjak itu lah ditindaklanjuti sampe sekarang. Jadi isinya hanya ada 10 kota-kota besar kayak Bangkok, Singapur. Dan itu juga sifatnya sharing, dan mereka saling memberikan kolaborasi. Saling berkolaborasi antara pemerintah ini, seperti itu,” terangnya.
Lebih lanjut, Dewi menyebutkan, untuk persiapan kegiatan tersebut, Pemprov DKI akan banyak berkolaborasi dengan pemerintah pusat. Termasuk, untuk menyiapkan tema dari kegiatan tersebut. ”Temanya nanti kami akan tetap harus berorientasi pada pemerintah pusat dulu, karena Indonesia kan sebagai tuan rumah Asean. Nanti turunannya yang kita akan ambil, tema besarnya tetap dari pemerintah pusat,” imbuhnya. (wyu/mmr)










