koranindopos.com – Jakarta. Kapal riset Baruna Jaya yang selama ini dikenal sebagai andalan dalam operasi pencarian dan penyelamatan kini tengah dilelang oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kapal ini memiliki sejarah panjang dalam membantu pencarian pesawat yang hilang di perairan Indonesia, menjadikannya aset penting dalam investigasi kecelakaan transportasi udara.
Kapal Baruna Jaya telah beberapa kali berkontribusi dalam pencarian pesawat yang mengalami kecelakaan di laut. Salah satu misi pentingnya adalah membantu menemukan puing-puing dan kotak hitam dari beberapa kecelakaan besar di Indonesia, di antaranya:
- AirAsia QZ8501 (2014)
Kapal Baruna Jaya I dan IV dikerahkan untuk mencari pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di perairan Selat Karimata. Dengan teknologi canggih seperti multibeam echo sounder dan sonar, kapal ini berhasil mengidentifikasi lokasi pesawat yang tenggelam di dasar laut. - Lion Air JT610 (2018)
Dalam insiden jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di perairan Karawang, Baruna Jaya kembali memainkan peran kunci dalam menemukan lokasi bangkai pesawat serta kotak hitam yang sangat penting bagi investigasi kecelakaan. - Sriwijaya Air SJ182 (2021)
Pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di Kepulauan Seribu juga menjadi salah satu kasus di mana Baruna Jaya ikut serta dalam operasi pencarian. Kapal ini menggunakan peralatan canggih seperti side-scan sonar dan remotely operated vehicle (ROV) untuk membantu tim penyelamat.
Meskipun memiliki rekam jejak gemilang dalam operasi pencarian dan penyelamatan, BRIN kini melelang kapal Baruna Jaya. Keputusan ini diduga terkait dengan modernisasi alat riset serta efisiensi anggaran dalam pengelolaan aset negara. Namun, banyak pihak menilai bahwa keberadaan kapal ini masih sangat dibutuhkan, mengingat perannya yang krusial dalam membantu berbagai operasi penyelamatan di laut.
Keputusan untuk melelang kapal ini tentu menimbulkan pro dan kontra. Beberapa kalangan berharap ada alternatif lain, seperti modernisasi atau optimalisasi penggunaannya agar tetap dapat berkontribusi bagi negara dalam berbagai misi penting di masa mendatang.(dhil)










