koranindopos.com – JAKARTA. Jelang Ramadan, harga pangan di Jakarta melonjak signifikan. Bahkan, harga cabai rawit merah di beberapa pasar tradisional mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Di antaranya, di Pasar Palmerah dan Pasar Mayestik. Selain itu, harga daging sapi mencapai Rp 170 ribu per kilogram di Pasar Petojo Ilir, daging kambing di Pasar Mayestik mencapai Rp 160 ribu per kilogram, bawang merah Rp 55 per kilogram, dan ayam mencapai Rp 50 ribu per kilogram.
Terkait harga yang melonjak, Pemprov DKI menyebutkan bahwa stok pangan di Jakarta masih aman. Bahkan, pemerintah pusat juga ikut mem-back up kesediaan pangan Jakarta jelang Ramadan dan Idul fitri. Dia bahkan mengakui selalu bertanya kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk kesediaan pangan di Jakarta, terutama cabai dan bawang merah.
”Hari ini (6/3), pak mentan (Menteri Pertanian) memberikan, pasokan kurang lebih 17 ton cabai yang berasal dari Jawa Tengah, yaitu Magelang, Temanggung, dan Jawa Barat, yakni Garut dan Sumedang. Selain itu Bawang Merah 175 ton ke Pasar Induk Kramat Jati,” kata Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono. Pasokan itu disebutkannya akan bertahap masuknya.
Tidak hanya itu, dia juga menyebutkan bahwa Kementerian Pertanian juga akan membentuk kesediaan pangan Jakarta untuk komoditas lainnya. ”Tentunya, untuk komoditas yang lain, kami bersama pak mentan mempersiapkan stok yang ada,” katanya.
Terkait kenaikan harga beberapa komoditas pangan, Pemprov DKI tidak menampiknya. Hal itu akibat kenaikan permintaan pasar dan kondisi curah hujan yang berpengaruh terhadap pasokan yang masuk ke Jakarta tidak dapat dihindari. Namun Pemprov DKI terus berupaya agar kenaikan harga dapat dikendalikan.
Adapun beberapa upaya yang dilakukan untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan, antara lain monitoring ketersediaan dan harga bahan pangan secara rutin harian, menjaga pasokan pangan yang masuk ke DKI Jakarta, melaksanaan kegiatan Penyediaan dan Pendistribusian Pangan Subsidi bagi Masyarakat Tertentu seharga Rp 126 ribu per paket (terdiri dari beras, daging ayam ras, daging sapi, telur ayam ras, ikan kembung dan susu UHT). Lalu, melaksanakan pengawasan mutu pangan yang beredar di pasar untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat, serta melakukan Gerakan Pangan Murah. (wyu/mmr)










