Senin, 8 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Jemaah Haji Tahu Ini Berkesempatan Menyaksikan Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
20 Mei 2024
in Nasional
A A
0
Ka'bah

Ilustrasi Fenomena Matahari di Atas Ka'bah | Dok : CNN

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Jemaah haji tahun ini mendapatkan kesempatan langka untuk menyaksikan fenomena astronomis yang dikenal sebagai Istiwa A’zam. Peristiwa ini terjadi dua kali dalam setahun ketika matahari berada tepat di atas Ka’bah. Dalam kondisi ini, matahari berada tegak lurus di atas Ka’bah, membuat bayangan benda yang berdiri tegak menghilang seolah tidak memiliki bayangan, yang juga disebut sebagai zero shadow.

Secara astronomis, matahari berpindah sebesar 23,5 derajat ke utara antara Maret hingga September dan ke selatan pada bulan-bulan lainnya. Karena posisi Ka’bah yang berada di 21° 25‘ lintang utara, matahari akan berada tepat di atasnya pada waktu tertentu. Hal ini membuat nilai azimut matahari sama dengan nilai azimut lintang geografis tempat tersebut.

Menurut Arabnews, fenomena ini terjadi pada tanggal 28 Mei pukul 12.18 waktu Makkah dan 16 Juli pukul 12.27 waktu Makkah setiap tahunnya. Pada tahun kabisat, peristiwa ini akan terjadi sehari lebih awal, yaitu pada 27 Mei dan 15 Juli.

Pada 28 Mei 2024, sebagian jemaah haji Indonesia sudah berada di Makkah, baik yang tiba melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah maupun King Abdul Aziz International Airport (KAAIA), Jeddah. Jemaah dari Madinah akan mulai diberangkatkan ke Makkah pada 20 Mei 2024, sementara jemaah gelombang kedua akan tiba di Jeddah pada 24 Mei 2024.

Artikel Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M 7,7 di Laut Sulawesi, Sejumlah Daerah Diminta Evakuasi

Imigrasi Amankan Empat WNA Tiongkok di Semarang, Diduga Terlibat Jaringan Love Scamming Internasional

Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi bagi Peserta MagangHub Batch 2

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kemenag RI, Adib, menjelaskan bahwa fenomena ini juga disebut Rashdul Kiblat, di mana bayang-bayang benda waktu itu adalah bayang-bayang kiblat.

“Peristiwa Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat akan terjadi pada Senin dan Selasa, 27 dan 28 Mei 2024, bertepatan dengan 18 dan 19 Zulkaidah 1445 H pada jam 16:18 WIB atau 17:18 WITA. Saat itu, matahari akan melintas tepat di atas Ka’bah,” ujar Adib di Jakarta, 15 Mei 2024.

Ditjen Bimas Islam Kemenag mengimbau umat muslim di Indonesia untuk mengecek arah kiblat pada Senin dan Selasa, 27 dan 28 Mei 2024, seiring terjadinya peristiwa Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat tersebut. Adib menjelaskan bahwa ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat, di antaranya menggunakan kompas, theodolite, serta fenomena Istiwa A’zam. “Ini adalah waktu yang tepat bagi kita, umat muslim Indonesia, untuk kembali mengecek arah kiblat,” kata Adib.

Menurut Adib, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat masyarakat melakukan pengecekan arah kiblat pada momen Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat. Pertama, pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau menggunakan lot/bandul. Kedua, permukaan dasar harus datar dan rata. Ketiga, jam pengukuran harus disesuaikan dengan waktu resmi dari BMKG, RRI, atau Telkom. (hai)

Topik: hajiKabah

TerkaitBerita

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M 7,7 di Laut Sulawesi, Sejumlah Daerah Diminta Evakuasi
Nasional

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M 7,7 di Laut Sulawesi, Sejumlah Daerah Diminta Evakuasi

oleh Editor : Affandy
8 Juni 2026
Imigrasi Amankan Empat WNA Tiongkok di Semarang, Diduga Terlibat Jaringan Love Scamming Internasional
Nasional

Imigrasi Amankan Empat WNA Tiongkok di Semarang, Diduga Terlibat Jaringan Love Scamming Internasional

oleh Editor : Affandy
7 Juni 2026
Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi bagi Peserta MagangHub Batch 2
Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi bagi Peserta MagangHub Batch 2

oleh Editor : Anggoro
7 Juni 2026
Menaker Buka Orientasi Program Pemagangan Nasional Batch III
Nasional

Menaker Sampaikan Pentingnya Pelindungan Jaminan Sosial bagi Pekerja Penerima Upah

oleh Editor : Anggoro
6 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

BGN Bantah Isu Dana Operasional MBG Belum Cair, Seluruh Banper Diklaim Sudah Disalurkan

BGN Bantah Isu Dana Operasional MBG Belum Cair, Seluruh Banper Diklaim Sudah Disalurkan

8 Juni 2026
Dembele: Prancis Ingin Berikan Perpisahan Manis untuk Didier Deschamps di Piala Dunia 2026

Dembele: Prancis Ingin Berikan Perpisahan Manis untuk Didier Deschamps di Piala Dunia 2026

8 Juni 2026
Saham-Saham Big Bank Kompak Melemah, IHSG Dibuka di Zona Merah

Saham-Saham Big Bank Kompak Melemah, IHSG Dibuka di Zona Merah

8 Juni 2026
RI Diproyeksikan Kena Tarif Final AS 18 Persen, Berlaku Bertahap Mulai 24 Juli 2026

RI Diproyeksikan Kena Tarif Final AS 18 Persen, Berlaku Bertahap Mulai 24 Juli 2026

8 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3454 shares
    Share 1382 Tweet 864
  • Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    353 shares
    Share 141 Tweet 88
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    400 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Polisi Sita 276 Cartridge Vape Mengandung Narkotika Etomidate Senilai Rp1,5 Miliar

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Toyota Innova Crysta: MPV Premium Bermesin Tangguh dengan Kabin Luas dan Nyaman

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya