koraninodopos.cpm – Jakarta Harapan tunggal putra Indonesia di ajang China Open 2025, Jonatan Christie, harus terhenti lebih awal. Pebulu tangkis peringkat tiga dunia itu tersingkir di babak 16 besar usai kalah dari wakil tuan rumah, Weng Hongyang, dalam pertandingan yang berlangsung di Shenzhen Bay Gymnasium, Kamis (24/7/2025).
Dalam laga yang berlangsung ketat, Jojo – sapaan akrab Jonatan – dipaksa menyerah lewat permainan dua gim langsung dengan skor 16-21, 18-21. Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Jonatan atas Weng, di mana kini ia telah kalah dua kali dari dua pertemuan terakhir.
Sejak awal gim pertama, Jonatan tampak kesulitan mengembangkan permainan. Weng tampil agresif dan mampu membaca pola permainan Jojo dengan baik. Meski sempat menyamakan kedudukan di pertengahan gim, kesalahan demi kesalahan yang dilakukan Jonatan membuat lawan mampu unggul secara konsisten.
Di gim kedua, perlawanan Jonatan sedikit lebih membaik. Ia sempat memimpin 15-13, namun tekanan dari Weng yang konsisten akhirnya membuat wakil Indonesia kembali kehilangan kontrol pertandingan.
Kekalahan ini membuat sektor tunggal putra Indonesia hanya menyisakan Anthony Sinisuka Ginting di turnamen level Super 1000 tersebut. China Open 2025 menjadi salah satu ajang penting menjelang Olimpiade Paris 2025, sehingga performa para pemain mendapat sorotan lebih dari para pelatih nasional.
Pelatih tunggal putra pelatnas PBSI, Irwansyah, menyebut Jojo masih perlu membenahi fokus dan strategi saat menghadapi pemain tuan rumah. “Tekanan dari penonton dan gaya bermain cepat lawan menjadi tantangan tersendiri. Kami akan evaluasi secara menyeluruh,” ujar Irwansyah usai pertandingan.
Dengan tersingkirnya Jonatan Christie, PBSI berharap wakil lainnya mampu melaju lebih jauh dan membawa pulang gelar dari ajang prestisius ini.(dhil















