Rabu, 28 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Kabulkan Gugatan, MK Perintahkan Pemerintah Gratiskan Sekolah SD dan SMP Swasta

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
29 Mei 2025
in Nasional
A A
0
Sidang MK

Ilustrasi Sidang MK

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta,  Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan memerintahkan pemerintah pusat dan daerah untuk menggratiskan pendidikan dasar secara bertahap, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Putusan ini dibacakan dalam sidang di Gedung MK, Selasa (27/5/2025), dengan Nomor 3/PUU-XXII/2024. Gugatan diajukan oleh Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) bersama tiga orang ibu rumah tangga, yaitu Fathiyah, Novianisa Rizkika, dan Riris Risma Anjiningrum.

Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih, saat membacakan pertimbangan hukum, menyatakan bahwa pendidikan dasar tanpa pungutan biaya merupakan bagian dari pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya (ekosob). MK menilai bahwa hak tersebut wajib dipenuhi negara secara bertahap, selektif, dan afirmatif, tanpa memunculkan perlakuan diskriminatif.

MK menyatakan bahwa frasa dalam Pasal 34 ayat (2) UU Sisdiknas, yaitu “wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya”, telah menimbulkan multitafsir dan berpotensi diskriminatif. Oleh karena itu, MK memutuskan untuk mengubah frasa tersebut menjadi:

Artikel Terkait

Tercatat 1.368 Warga Terdampak Banjir di Aceh dan Sumut

Gercep, Jasa Raharja Berikan Pelayanan kepada Korban Kecelakaan Minibus di Tol Terpeka Tulang Bawang Barat

BNPB: Operasi Modifikasi Cuaca Berhasil Picu Hujan di Sebagian Wilayah Karhutla, Ribuan Hektare Lahan Masih Terbakar

“Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya, baik untuk satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh masyarakat.”

Mahkamah menilai bahwa pembatasan makna frasa “tanpa memungut biaya” hanya untuk sekolah negeri telah mengabaikan realita keterbatasan daya tampung di sekolah negeri. Banyak anak terpaksa bersekolah di swasta dengan beban biaya lebih besar, yang dinilai MK bertentangan dengan kewajiban negara menjamin pendidikan dasar gratis bagi seluruh warga negara.

Dengan demikian, MK menegaskan bahwa pemerintah harus menjamin terselenggaranya pendidikan dasar gratis di semua jenis sekolah, baik negeri maupun swasta, melalui subsidi atau bantuan pendidikan.

MK juga menyoroti keberadaan sekolah swasta yang tidak pernah atau tidak bersedia menerima bantuan pemerintah, dan sepenuhnya dibiayai oleh peserta didik. Meski hal tersebut tidak dilarang, MK meminta agar sekolah-sekolah tersebut tetap menyediakan skema keringanan biaya bagi siswa dari lingkungan sekitarnya, terutama di daerah yang tidak memiliki alternatif sekolah negeri.

Putusan ini juga menekankan bahwa negara wajib mengalokasikan anggaran pendidikan secara proporsional untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan dasar, termasuk untuk sekolah swasta yang membutuhkan bantuan.

“Perwujudan pendidikan dasar tanpa pungutan biaya adalah keniscayaan konstitusional,” tegas Enny dalam sidang.

Putusan MK ini dipandang sebagai tonggak penting dalam mendorong pemerataan akses pendidikan dasar di Indonesia, terutama bagi keluarga kurang mampu yang selama ini masih harus menanggung biaya pendidikan di sekolah swasta karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

Dengan demikian, negara kini memiliki kewajiban konstitusional untuk mengembangkan sistem pendidikan dasar yang lebih inklusif, adil, dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. (hai)

Topik: Gugatan MKMKSekolah Gratis

TerkaitBerita

BENCANA ALAM: Banjir di Aceh hingga Sumut. (Foto Ilustrasi: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Nasional

Tercatat 1.368 Warga Terdampak Banjir di Aceh dan Sumut

oleh Editor : Memoarto
28 Oktober 2026
Gercep, Jasa Raharja Berikan Pelayanan kepada Korban Kecelakaan Minibus di Tol Terpeka Tulang Bawang Barat
Peristiwa

Gercep, Jasa Raharja Berikan Pelayanan kepada Korban Kecelakaan Minibus di Tol Terpeka Tulang Bawang Barat

oleh Editor : Anggoro
27 Oktober 2026
BNPB: Operasi Modifikasi Cuaca Berhasil Picu Hujan di Sebagian Wilayah Karhutla, Ribuan Hektare Lahan Masih Terbakar
Nasional

BNPB: Operasi Modifikasi Cuaca Berhasil Picu Hujan di Sebagian Wilayah Karhutla, Ribuan Hektare Lahan Masih Terbakar

oleh Editor : Affandy
27 Oktober 2026
Tak Ada Niat Jahat, Polisi Lepas 7 WNI Awak Kapal Tanker Pembawa 1,16 Ton Ketamin
Nasional

Tak Ada Niat Jahat, Polisi Lepas 7 WNI Awak Kapal Tanker Pembawa 1,16 Ton Ketamin

oleh Editor : Affandy
27 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Ari Irham Kewalahan Jalani Adegan Kesurupan Berulang Kali di Hajatan Setan

Ari Irham Kewalahan Jalani Adegan Kesurupan Berulang Kali di Hajatan Setan

28 Oktober 2026
Tantangan Terberat Taskya Namya, Menjiwai Karakter Marni di Film Horor Rambut Sewu

Tantangan Terberat Taskya Namya, Menjiwai Karakter Marni di Film Horor Rambut Sewu

28 Oktober 2026
BENCANA ALAM: Banjir di Aceh hingga Sumut. (Foto Ilustrasi: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Tercatat 1.368 Warga Terdampak Banjir di Aceh dan Sumut

28 Oktober 2026
KEBAKARAN LAHAN: Petugas memadamkan api yang melahap hutan dan lahan di Kalimantan. (ANTARA FOTO/AULIYA RAHMAN)

Menlu Singapura Puji Kerja Keras Tim Pemadam Karhutla Indonesia

28 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5107 shares
    Share 2043 Tweet 1277
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1110 shares
    Share 444 Tweet 278
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Bareskrim Polri Tangkap 4 Tersangka Pengelola Situs Judi Online Boxkia.com

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya