Koranindopos.com, Bogor – Pemanfaatan teknologi mulai diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi warga di Desa Bojong Rangkas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Melalui program Kampung Digital Binaan, masyarakat mendapat pendampingan untuk mengembangkan usaha sekaligus memanfaatkan teknologi dalam memperluas pasar.
Program tersebut merupakan kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison dan Alfamart yang diresmikan pada Jumat, 25 September 2026. Sejumlah pelatihan diberikan kepada masyarakat, mulai dari pengelolaan UMKM, pengembangan produk lokal, pemasaran digital hingga pengenalan teknologi kecerdasan buatan.
Program ini juga melibatkan Assistant Vice President Indosat Ooredoo Hutchison, Zulkifli Abidin Chaniago, yang ikut menginisiasi dan mengawal pelaksanaannya. Menurut dia, pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendampingan yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
“Pemberdayaan masyarakat membutuhkan proses yang berkelanjutan. Kami berharap program ini dapat menjadi awal dari proses pembelajaran dan pengembangan potensi masyarakat,” ungkapnya.
Bagi masyarakat desa, penguasaan teknologi dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas. Karena itu, pelatihan dalam program tersebut diarahkan agar warga dapat menggunakan kanal digital untuk mendukung kegiatan usaha mereka.
Zulkifli melihat kolaborasi perusahaan dengan masyarakat memiliki ruang yang lebih luas dibandingkan sekadar hubungan bisnis. Latar belakangnya sebagai lulusan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) turut memengaruhi cara pandangnya dalam melihat hubungan antara aktivitas ekonomi, masyarakat dan lingkungan.
“Latar belakang kehutanan membuat saya melihat bisnis dari perspektif yang lebih luas. Pertumbuhan bisnis tetap penting, tetapi bagaimana kolaborasi tersebut memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat juga menjadi bagian yang tidak kalah berarti,” kata Zulkifli.
Pandangan tersebut sebelumnya juga diterapkan melalui program penanaman mangrove di Tanjung Pasir pada 25 April 2026. Kegiatan yang melibatkan Indosat, Alfamart dan organisasi mahasiswa Tree Grower Community IPB itu menghubungkan transaksi pembelian pulsa pelanggan dengan kegiatan penanaman pohon untuk membantu menjaga kawasan pesisir dari abrasi.
Bagi Zulkifli, pola kolaborasi seperti itu dapat membuka ruang bagi perusahaan untuk menciptakan manfaat yang lebih luas bagi pihak-pihak yang terlibat.
“Partnership yang baik seharusnya tidak berhenti pada transaksi. Ada peluang untuk membangun kolaborasi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan, mitra, konsumen, dan masyarakat,” ucapnya.
Di Desa Bojong Rangkas, pendekatan serupa diterapkan melalui penguatan kemampuan warga. Potensi usaha yang sudah ada di masyarakat diharapkan dapat berkembang dengan dukungan pengetahuan manajerial dan penggunaan teknologi digital.
Zulkifli sendiri memiliki pengalaman profesional di sejumlah sektor, termasuk pernah berkarier di Alfamart dan ShopeePay sebelum bergabung dengan Indosat Ooredoo Hutchison. Di tengah aktivitasnya, ia juga tengah menyelesaikan pendidikan Doktoral Manajemen di Universitas Mercu Buana Jakarta. (RIS/Hend)










