Koranindopos.com, Jakarta – Pemerintah terus memacu percepatan Program Nasional Presiden Prabowo Subianto yang membidik pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 8–9 persen per tahun. Salah satu kunci yang ditekankan adalah penguatan ekonomi pedesaan, mengingat desa selama ini menjadi basis utama sektor pertanian dan penyangga ketahanan pangan nasional.
Langkah konkret terlihat dari kerja sama yang dijalin Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dengan PT Thara Jaya Niaga. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan pada Selasa, 23 Desember 2025, di kantor Kemendes PDT, Jalan Kalibata Nomor 17, Jakarta Selatan. Kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian desa sekaligus memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Kerja sama tersebut memperkenalkan inovasi teknologi pertanian Tanam 1 Kali Panen 4 Kali (T1P4K) untuk komoditas padi. Metode ini digadang-gadang mampu mengubah pola tanam konvensional yang selama ini hanya menghasilkan satu hingga dua kali panen dalam setahun, menjadi lebih efisien dan produktif dalam satu periode tanam.

Inovasi T1P4K dinilai memiliki keunggulan kompetitif karena diklaim melampaui sistem padi abadi yang berkembang di China, yang rata-rata hanya memungkinkan dua kali panen per tahun. Melalui riset dan penerapan teknologi yang berkelanjutan, PT Thara Jaya Niaga menunjukkan bahwa inovasi dalam negeri memiliki potensi besar untuk menjawab tantangan pangan sekaligus meningkatkan daya saing pertanian nasional.
Program ini tidak semata-mata menitikberatkan pada teknologi. Pendekatan yang diusung bersifat menyeluruh, mulai dari penyediaan sarana produksi pertanian, sistem pengupahan bagi penggarap, hingga pelibatan pemuda desa. Para pemuda yang direkrut akan dibina secara khusus di pusat riset perusahaan dan diproyeksikan menjadi duta inovasi di desa masing-masing.
Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria menilai kolaborasi ini sejalan dengan visi pemerintah dalam menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Menurutnya, peningkatan produktivitas sektor pertanian akan memberikan efek langsung terhadap kesejahteraan masyarakat desa dan penciptaan lapangan kerja.
“Kerja sama ini semoga dapat meningkatkan lapangan pekerjaan, produktivitas, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan para petani serta kesejahteraan desa. Kami di Kemendes sangat bersyukur dan berterima kasih atas kerja keras dan terobosan yang membanggakan ini,” ujar Riza Patria.
Dalam perencanaan jangka menengah, pemerintah menargetkan pengembangan lahan pertanian hingga satu juta hektare yang tersebar di 19 kabupaten. Program tersebut diproyeksikan melibatkan sekitar 44.000 petani dan membuka ruang partisipasi lebih luas bagi masyarakat desa, termasuk BUMDes, dalam rantai nilai pertanian.
“Jika ini terwujud dan melibatkan masyarakat desa serta BUMDes di seluruh Indonesia, dampaknya akan luar biasa bagi pendapatan petani. Masyarakat desa akan terlibat mulai dari proses tanam hingga investasi produk hasil pertanian,” jelasnya.
Direktur PT Thara Jaya Niaga, Diyan Anggraini, menjelaskan bahwa inovasi padi T1P4K telah dikembangkan sejak lima tahun lalu bersama Prof Endang Sulaiman Yahya sebagai penemu teknologi tersebut. Uji coba telah dilakukan di sekitar 500 hektare lahan pertanian di Jawa Barat dengan hasil yang dinilai sukses dan konsisten.
”Dalam waktu lima tahun ke depan, kami targetkan tanam pada satu juta hektare lahan pertanian,” ujar Diyan, seraya menyebut potensi pendapatan petani yang bisa mencapai sekitar Rp180 juta per hektare per tahun, jauh di atas pola tanam konvensional.
Selain fokus pada peningkatan produksi, PT Thara Jaya Niaga juga menyiapkan program pemulihan ekonomi di tiga provinsi yang terdampak bencana hidrometeorologi. Program tersebut direncanakan masuk dalam agenda kerja perusahaan pada kuartal pertama 2026 sebagai wujud komitmen kemanusiaan dan kebangsaan.
Melalui sinergi antara pemerintah dan sektor swasta ini, agenda besar swasembada pangan dari desa, pengendalian inflasi, serta peningkatan ekspor melalui hilirisasi diharapkan dapat terwujud. Pada akhirnya, penguatan desa sebagai motor penggerak ekonomi nasional menjadi fondasi penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 9 persen per tahun.(Ris/Hend)










