Koranindopos.com – SLEMAN. TNI Angkatan Darat melalui Komando Distrik Militer (Kodim) 0732 Sleman menggelar Malam Peduli Stunting di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta, Minggu, (04/09).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa guna memperkuat BKKBN dalam upaya percepatan penurunan stunting. Hal ini diwujudkan dalam bentuk pengukuhan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurrachman menjadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting.
Selain itu juga, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) mengukuhkan Komandan Korem 072 Pamungkas Brigadir Jenderal TNI Puji Cahyono menjadi Bapak Asuh Anak Stunting.
Acara yang di hadiri Bupati Sleman Hj. Kustini Sri Purnomo, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Sekda Kabupaten Sleman Hardo Siswoyo, Kasrem 072 Pamungkas Kolonel Heri, Dandim 0732 Sleman Letkol (Arm) Danny Arianto Pardamean Girsang, dan Dandim 0734 Kota Yogyakarta Letkol Inf. Arif Harianto dan para tokoh masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta di isi kegiatan edukasi peduli stunting .
Komandan Kodim 0732 Sleman Letkol (Arm) Danny Arianto Pardamean Girsang mengatakan Malam Peduli Stunting merupakan kegiatan yang mengedepankan program sosial kemanusiaan untuk menurunkan stunting.
“Karena itu kami berharap partisipasi dan kolaborasi. Dukungan dari semua pihak untuk percepatan penurunan stunting. Sleman menuju zero stunting,” kata Danny.
Sementara itu, Dokter Hasto mengapresiasi langkah yang dilakukan Korem 072 Pamungkas dan Kodim 0732 Sleman yang telah mengadakan kegiatan Malam Peduli Stunting untuk percepatan penurunan stunting.
Lebih lanjut, Hasto mengatakan stunting adalah persoalan serius yang harus mendapat perhatian dari semua kalangan masyarakat. Persoalan stunting menurut Dokter Hasto adalah bagian dari pembangunan sumber daya manusia. “Bapak Presiden Joko Widodo sudah menekankan bahwa pembangunan SDM perlu diperhatikan,” kata Hasto.
Hasto juga mengatakan tingkat rata-rata IQ masyarakat Indonesia paling rendah dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya. Indeks pembangunan manusia atau human capital index menurut Hasto, juga rendah dan berada pada urutan 75 hingga 83 dari 170 negara.
“Setelah diurut, ternyata penyebabnya karena stunting. Orang stunting itu mudah dicirikan, pendek, IQ nya tidak berkembang, dan sakit-sakitan. Stunting itu tidak produktif,” ungkap Hasto.
Untuk itu, Hasto mengajak masyarakat yang hadir untuk saling menolong. “Marilah kita menolong tetangga kita, menolong masyarakat Sleman, menolong masyarakat Jogjakarta. Cegah stunting itu sangat mudah sekali. Butuh protein hewani,” kata Hasto.
Pada kesempatan itu, Hasto mengajak masyarakat untuk menjadi Bapak Asuh Anak Stunting dengan memberikan donasi Rp450 ribu setiap bulan.
“Minimal untuk selama 6 bulan. Sebab kesempatannya hanya pada dua tahun usia bayi. Setelah itu tidak bisa dikoreksi lagi. Dua tahun itu betul-betul harus kita urus,” ujar Hasto.
Usai dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting, Brigjen Puji mengatakan Korem 072 Pamungkas membagi dua wilayah yakni Daerah Istimewa Yogyakarta dan eks Karesidenan Kedu. “Saya akan minta jajaran saya untuk turun membantu percepatan penurunan stunting ini,” kata Puji,
Usai dikukuhkan, Brigjen Puji kemudian menyematkan pin sebagai tanda pengangkatan Bapak Asuh Anak Stunting kepada Bupati Sleman Hj. Kustini Sri Purnomo, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Sekda Kabupaten Sleman Hardo Siswoyo, Kasrem 072 Pamungkas Kolonel Heri, Dandim 0732 Sleman Letkol (Arm) Danny Arianto Pardamean Girsang, dan Dandim 0734 Kota Yogyakarta Letkol Inf. Arif Harianto. (why)










