YOGYAKARTA, koranindopos.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi salah satu penopang ekonomi desa setelah bergulirnya era Undang-Undang (UU) Desa pada tahun 2014 lalu. Sejak saat itu setiap tahun bermunculan BUMDes berprestasi yang layak menjadi percontohan. Misalnya, sebuah terobosan inovatif dari BUMDes Amarta di Desa Pandowoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang mengolah sampah menjadi lahan bisnis. Sampah rumah tangga disulap menjadi produk-produk yang bermanfaat, seperti kompos dan pakan ternak.
BUMDes kreatif itu didatangi Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi V Ridwan Bae di Desa Pandowoharjo baru-baru ini. Ridwan secara terang-terangan mengapresiasi invasi BUMDes tersebut. Bahkan, bermodal awal Rp 50 juta, kini BUMDes Amarta sudah beromset Rp500 juta. BUMDes ini kemudian mengembangkan usahanya dengan membuat taman kuliner dan kolam renang. BUMDes Amarta yang berdiri berdiri 2016 tersebut sudah mampu menyumbang untuk Pendapatan Asli Desa (PADes) tahun 2021 sebesar Rp 30 juta pertahun.
Ridwan menyebut bahwa BUMDes Amarta berkontribusi cukup baik bagi desa dan masyarakat desa. Pemerintah Desa Pandowoharjo telah melahirkan langkah konkret untuk memajukan BUMDesnya dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat yang ada di desa. “BUMDes bisa mengolah sampah itu luar biasa, dari tidak bermanfaat menjadi bermanfaat. Bayangkan yang mendapat bantuan BUMDes, mereka bisa bekerja dan mengangkat potensi desa, kita bisa lihat desanya maju,” ujar Ridwan seperti dikutip dari laman resmi DPR RI, Jumat (25/3).
Menurut Ridwan, BUMDes Amarta yang berlokasi di Sleman tersebut bisa jadi percontohan bagi desa-desa lain di tanah air. Menurut politisi Partai Golkar itu, bila 80 ribuan desa di Indonesia maju karena ada BUMDes, maka Indonesia pun bisa maju. Sayangnya tidak semua BUMDes maju dan terkelola dengan baik. “Jumlah desa kita sekitar 80 ribu lebih. Kalau 80 ribu itu maju, saya yakin negara kita ini maju,” tutur Ridwan.(hai)










