koranindopos.com – Jakarta. Industri otomotif dunia kembali menunjukkan geliat positif seiring inovasi elektrifikasi yang terus berkembang. Kali ini, sorotan tertuju pada Kia Corporation yang memastikan akan menghadirkan pikap berteknologi Extended Range Electric Vehicle (EREV) pada tahun 2029. Langkah ini diprediksi menjadi tonggak penting dalam transformasi kendaraan komersial menuju era listrik.
KIA tengah menyiapkan pikap kabin ganda dengan konstruksi body-on-frame, jenis sasis yang terkenal kokoh untuk kebutuhan angkut berat maupun perjalanan jarak jauh. Desain ini biasanya digunakan pada kendaraan komersial dan off-road karena daya tahannya yang tinggi.
Namun yang membuatnya berbeda adalah sistem penggeraknya. Pikap ini tidak lagi mengandalkan mesin bensin sebagai sumber tenaga utama. Sebaliknya:
- Motor listrik menjadi penggerak roda sepenuhnya
- Mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator pengisi baterai
Pendekatan ini menggabungkan keunggulan kendaraan listrik dengan fleksibilitas kendaraan konvensional.
Salah satu tantangan terbesar mobil listrik adalah keterbatasan jarak tempuh dan kebutuhan pengisian daya. Teknologi EREV hadir sebagai solusi.
Dengan sistem ini, pengguna tetap bisa berkendara tanpa khawatir kehabisan daya di tengah perjalanan. Mesin bensin akan otomatis bekerja saat baterai menipis, sehingga pengalaman berkendara tetap praktis seperti mobil konvensional, namun dengan efisiensi energi yang lebih baik.
Konsep ini mirip dengan teknologi yang mulai populer di industri, seperti sistem e-Power dari Nissan Motor, yang juga mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama.
Fenomena pikap listrik sebenarnya bukan hal baru. China telah lebih dulu menjadi pionir dalam pengembangan kendaraan komersial berbasis EREV.
Salah satu contohnya adalah BYD Company yang telah meluncurkan pikap listrik bernama BYD Shark di pasar Asia Tenggara, termasuk Kamboja. Langkah ini menunjukkan ambisi besar produsen otomotif China dalam menguasai pasar kendaraan listrik global.
Dengan masuknya KIA ke segmen ini, persaingan dipastikan akan semakin sengit, terutama di pasar berkembang yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap kendaraan niaga tangguh.
Kehadiran pikap EREV dari KIA menandai perubahan besar dalam industri otomotif, khususnya di segmen kendaraan komersial. Teknologi ini menawarkan:
- Efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi
- Emisi yang lebih rendah
- Fleksibilitas penggunaan jarak jauh
- Performa yang tetap kuat untuk kebutuhan kerja
Jika berhasil, langkah KIA ini bisa mempercepat adopsi kendaraan listrik di sektor yang selama ini masih bergantung pada mesin konvensional.(dhil)










