koranindopos.com, Jakarta – Nama Ronni Waluya di industri musik tanah air sudah tidak asing lagi. Pria kelahiran Bandung, 30 Desember 1968 itu dikenal publik lewat grup musik Kahitna pada 1983. Dia mendirikan Kahitna bersama Yovie Widianto, Hedi Yunus, Joshua Julcarlo Saba, Bambang Purwono, Tommy, Buddy, dan Trie Utami. Pada 1995 dia memutuskan solo karir dan berkiprah di luar dunia tarik suara. Lalu, bagaimana transformasi Ronni selama hampir tiga dekade absen dari industri musik? Berikut wawancara ekslusif Ronni dengan Koranindopos.com.

SUASANA teras salah satu studio rekaman legendaris di ibu kota; BRO’s Studio, terasa teduh. Lokasinya di Jalan Intan RSPP Utara, No.23 C, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan. Siang itu, Rabu (12/3/25), Ronni mengenakan stelan kemeja hitam dan jins biru tampak bersantai di sana. Hari itu dia memang ada janji dengan tiga musikus seperjuangannya; Rita Effendy, Netta Kusumah Dewi, dan Hedi Yunus. Ya, mereka adalah personel NiTaTaDi. Grup musik besutan Ronni yang dibentuk di fase recovery pandemi Covid-19 pada 2021. Hari itu mereka sepakat untuk melakukan rekaman bersama.
Meski lama tidak berkiprah di dunia musik, Ronni dan teman-teman musisinya tetap aktif mengasah bakat mereka. Ya, misalnya rekaman bareng. Di dapur rekaman mereka bisa mengisi waktu luang, mencurahkan kerinduan, menggali inspirasi, dan hal-hal lain yang positif. Artinya, Ronni tidak benar-benar off dari dunia tarik suara.
Sejak 1995 hengkang dari Kahitna, Ronni sejatinya masih bergelut di dunia entertain. Wajahnya masih sering seliweran di layar televisi. ”Gue masuk ke dunia TV tahun 1998. Program pertama itu acaranya adalah Saksi (saran, aksi, dan visi, red). Itu program talk show di Indosiar. Itu adalah pertama kali gue bawain acara TV,” kenang Ronni.
Debut sebagai pembawa acara di Indosiar itu menjadi titik awal Ronni terjun ke dunia pertelevisian. Karirnya kian moncer setelah dia dipercaya menjadi host acara-acara populer di beberapa stasiun televisi tanah air. ”Kalau zaman dulu udah ada media sosial, mungkin saya sengetop Raffi Ahmad mungkin gitu ya,” ujarnya berkelakar seraya tertawa lebar.
Meski sudah populer, Ronni tidak jumawa. Dia tetap menggali ilmu dari para senior. Salah seorangnya adalah Tantowi Yahya. ”Jadi pengalaman yang gue dapatin selama di dunia panggung, di dunia TV itu, menjadi ilmu yang gue rangkum. Dan karena gue juga belajar dari beberapa master lah. Ada Tantowi Yahya. Gue banyak belajar,” ujarnya.
Pada 2008 Ronni berpikir untuk mengembangkan potensi dan pengalaman tersebut. Dia ingin menularkan ilmu itu kepada orang lain. ”Nah karena pengalaman itulah gue mikir kenapa enggak gue kembangin? Gue ajarin ke orang lain gitu loh. Makanya masuk ke dunia training tahun 2008,” ungkap suami Sarah Hadju tersebut, antusias.
Ronni kemudian bergabung sebagai trainer di Entrepreneur Camp milik temannya. Sejak saat itu, Ronni mulai serius menggeluti dunia training dan public speaking. ”Gue di Entrepreneur Camp dari tahun 2008 ke 2023 berarti sekitar 15 tahun. Akhirnya gue punya lembaga training sendiri. Gue tuh buka public speaking mulai tahun 2012 lah kira kira gitu. Namanya public speaking camp,” ungkapnya.
Fokus Ronni adalah mengajarkan bagaimana orang berkomunikasi dengan baik. Sebab, menurut Ronni, banyak orang yang belajar public speaking namun tidak paham keterampilan dasar komunikasi. ”Ada beberapa batch gitu. Cuma ya enggak kepegang juga gitu loh. Karena kan gue tuh segala sesuatunya punya standar sendiri. Kadang-kadang kalau dilepas sama orang beda-beda. Masing-masing basis seperti itu gitu loh. Jadi belum berkembang gede,” ujarnya.
Segmen pasar lembaga training Ronni cukup beragam. Ada korporat, pemerintahan, hingga personal. ”Ya sekarang sih lebih banyak manfaatkan teknologi digital. Artinya kan kalau orang ngajar punya sekolah, punya kelas, dan segala macam. Kalau gue lebih memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Orang enggak harus ke Jakarta atau ke tempat gue berada. Jadi murid gue tuh banyak di seluruh Indonesia gitu loh, karena belajarnya secara online,” beber Ronni. (Wahyu/mmr/bersambung)










