Kamis, 24 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

KKP Tambah Satu Kapal untuk Mengawasi Laut Natuna

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
24 Juli 2023
in Nasional
A A
0
Kapal dari Jepang untuk mengawasi Natuna

KKP

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menambah satu lagi kapal pengawas kelas I dari Jepang. Penambahan satu kapal pengawas berukuran 63-meter tersebut ditargetkan akan memperkuat pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 711–Laut Natuna Utara.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Adin Nurawaluddin menjelaskan, panjang kapal tersebut mencapai 63-meter dengan lebar 9-meter, dan draftnya mencapai 5-meter. ”Sehingga apabila awak kapal pengawas beroperasi dengan kapal ini di tengah laut, stabilitasnya sangat tinggi,” jelas Adin dalam siaran pers KKP, Senin (24/7).

Adin menyampaikan bahwa saat ini kapal eks Jepang yang sebelumnya bernama Shirahagi Maru tersebut tengah proses penyempurnaan di Nigata Shipbuilding and Repair. Penyempurnaan kapal diperkirakan akan selesai pada bulan September 2023 mendatang. Adin menjabarkan perihal penyempurnaan kapal yang dilakukan meliputi perbaikan pada bangunan kapal, permesinan, sistem propulsi, dan perlengkapan navigasi komunikasi, geladak, serta akomodasi.

”Rencananya kami beri nama KP. ORCA 06. Terkait rencana penempatannya, usai mempertimbangkan kondisi kapal pengawas, luas perairan yang harus dijangkau, jumlah kapal perikanan, kawasan konservasi, serta potensi pelanggaran yang terjadi, maka KP. ORCA 6 akan kami tempatkan di Zona 1 Penangkapan Industri, Laut Natuna Utara,” ujar Adin.

Artikel Terkait

Kemenaker Berencana Integrasikan SKCK dengan SIAPkerja untuk Percepat Layanan Ketenagakerjaan

Agrinas Bantah Danantara, Joao Tegaskan Manajer Kopdes Merah Putih Pegawai BUMN

Ketua MK Tegur Ketum Militan Gibran Agar Bersikap Biasa di Dalam Sidang

 

Adin tidak memungkiri bahwa Laut Natuna Utara memiliki tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pengawasannya. Sebab, dengan luas wilayah sekitar 703 ribu km2, KKP harus mengawasi sebanyak 16 ribu lebih kapal perikanan yang melakukan penangkapan ikan di wilayah perairan tersebut.

 

Terlebih wilayah perairan Laut Natuna Utara yang berbatasan dengan negara tetangga menjadikan kawasan itu memiliki potensi pelanggaran tertinggi dibandingkan WPP lainnya. Data KKP tahun 2022 mencatat, terdapat 23 kapal perikanan yang ditangkap KKP sepanjang tahun 2022 karena melakukan penangkapan ikan secara ilegal.

Oleh sebab itu, Adin mengharapkan dengan keungulan yang dimiliki satu kapal baru ini, Laut Natuna Utara bisa bebas dari para pelaku illegal fishing. Dikabarkan kapal yang akan didatangkan memiliki daya jelajah yang jauh lebih tinggi, sehingga mampu melakukan pengawasan di perairan Natuna dengan durasi waktu yang lebih lama dibandingkan kapal-kapal yang dimiliki KKP selama ini.

“Sesuai arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, Bapak Sakti Wahyu Trenggono, pengawasan di lapangan adalah kunci kesuksesan implementasi PIT. Untuk itu, kami terus kawal perkembangan penambahan armada kapal pengawas agar target pengawasan yang ideal mampu terpenuhi secara bertahap,” tandas Adin.

Topik: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)Laut Natuna

TerkaitBerita

Kemenaker Berencana Integrasikan SKCK dengan SIAPkerja untuk Percepat Layanan Ketenagakerjaan
Nasional

Kemenaker Berencana Integrasikan SKCK dengan SIAPkerja untuk Percepat Layanan Ketenagakerjaan

oleh Editor : Affandy
24 September 2026
Agrinas Bantah Danantara, Joao Tegaskan Manajer Kopdes Merah Putih Pegawai BUMN
Nasional

Agrinas Bantah Danantara, Joao Tegaskan Manajer Kopdes Merah Putih Pegawai BUMN

oleh Editor : Affandy
24 September 2026
MAJELIS HAKIM: Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo menegur Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan, dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Rabu (23/9/2026). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Nasional

Ketua MK Tegur Ketum Militan Gibran Agar Bersikap Biasa di Dalam Sidang

oleh Editor : Memoarto
24 September 2026
Perpusnas Ubah Naskah Kuno Nusantara Jadi Buku Anak dan Komik
Nasional

Perpusnas Ubah Naskah Kuno Nusantara Jadi Buku Anak dan Komik

oleh Editor : Akula
23 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Pirunduk Angkat Mitos Banjar tentang Ilmu Penunduk ke Layar Lebar

Pirunduk Angkat Mitos Banjar tentang Ilmu Penunduk ke Layar Lebar

24 September 2026
Kezia Kaithlyn Bawa Lagu Indonesia ke Panggung Internasional di Kuala Lumpur

Kezia Kaithlyn Bawa Lagu Indonesia ke Panggung Internasional di Kuala Lumpur

24 September 2026
VinFast Buka Showroom ke-40 di Parung, Perkuat Ekosistem Mobilitas Listrik di Bogor

VinFast Buka Showroom ke-40 di Parung, Perkuat Ekosistem Mobilitas Listrik di Bogor

24 September 2026
AS Perketat Aturan Robot Asing, Syarat 65 Persen Komponen Lokal Picu Kekhawatiran Industri

AS Perketat Aturan Robot Asing, Syarat 65 Persen Komponen Lokal Picu Kekhawatiran Industri

24 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4716 shares
    Share 1886 Tweet 1179
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    935 shares
    Share 374 Tweet 234
  • Ray White Metro Pondok Indah Resmi Dibuka, Bidik Pasar Properti di Jakarta Selatan

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • 5 Motor Bebek Pilihan Anak Muda 2026, dari MX King hingga Satria F150

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Resmi Jadi Suami Istri, Andre Taulany dan Amanda Rigby Minta Ruang Privasi 

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya