koranindopos.com – Jakarta. Lapas Kelas II A Cikarang, Kabupaten Bekasi, terdampak banjir yang menyebabkan genangan air hingga sepinggang orang dewasa. Akibatnya, para narapidana harus dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Kejadian ini menambah daftar panjang dampak buruk cuaca ekstrem yang melanda berbagai daerah di Indonesia.
Dalam video yang diperoleh detikcom, terlihat genangan air yang merendam sebagian besar area dalam Lapas Cikarang. Air memasuki sel tahanan dan fasilitas lainnya, sehingga membuat para penghuni lapas harus segera dievakuasi.
Kalapas Kelas IIA Cikarang, Urip Dharma Yoga, dalam rekaman video yang beredar pada Selasa (4/3/2025), mengatakan bahwa banjir telah mencapai ketinggian sepinggang orang dewasa. Kondisi ini tentunya sangat mengganggu operasional lapas dan berisiko terhadap keselamatan para penghuni serta petugas yang bertugas.
Dengan kondisi yang semakin memburuk, pihak lapas bekerja sama dengan berbagai instansi terkait untuk mengevakuasi para narapidana ke lokasi yang lebih aman. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan ketertiban.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat banjir di Lapas Cikarang. Namun, situasi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan Kementerian Hukum dan HAM dalam menanggulangi bencana serupa di masa depan.
Banjir yang melanda Lapas Cikarang diduga disebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, buruknya sistem drainase di sekitar lapas juga menjadi faktor yang memperparah genangan air.
Sebagai langkah antisipasi, pihak lapas bersama pemerintah daerah berupaya memperbaiki sistem drainase dan menyediakan pompa air guna mengurangi genangan. Sementara itu, bantuan logistik dan medis juga mulai disalurkan untuk memastikan kebutuhan para narapidana tetap terpenuhi selama proses pemulihan berlangsung.
Banjir di Lapas Cikarang menjadi peringatan bahwa infrastruktur lembaga pemasyarakatan di Indonesia perlu lebih diperhatikan, terutama dalam menghadapi bencana alam. Kejadian ini juga mendorong evaluasi terhadap kesiapan fasilitas lapas dalam menghadapi kondisi darurat.
Masyarakat dan berbagai pihak pun diharapkan dapat ikut berkontribusi dalam upaya mitigasi bencana, baik melalui bantuan langsung maupun peningkatan kesadaran akan pentingnya perencanaan infrastruktur yang tahan terhadap cuaca ekstrem.
Saat ini, pemerintah daerah dan instansi terkait terus memantau situasi di Lapas Cikarang dan berupaya mengatasi dampak banjir secepat mungkin. Perkembangan lebih lanjut terkait kondisi lapas dan para narapidana akan terus dipantau dan dilaporkan kepada publik.(dhil)










