Koranindopos.com, JAKARTA – Misi pemerintah memberlakukan sistem belanja negara berbasis digital atau yang dikenal katalog elektronik versi 6 (V6) per 1 Januari 2025 terus digencarkan. Salah satunya melalui Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) dan Indonesia Procurement Forum & Expo (IPFE). Ajang kolaboratif perdana antara Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP), Kadin Indonesia, Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI), dan PT Satu Tujuan Event tersebut diselenggarakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat mulai hari ini Rabu (30/7/2025)–Jumat (1/8/2025).
http://ICEF-IPFEKepala LKPP Hendrar Prihadi mengatakan, ICEF-IPFE 2025 menjadi forum penting untuk memperluas kontribusi UMKM dan penyedia lokal dalam sistem belanja negara berbasis digital. ”ICEF-IPFE 2025 menjadi ruang solusi bersama untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus memaksimalkan potensi digitalisasi pengadaan barang/jasa bagi pertumbuhan ekonomi,” kata Hendrar melalui siaran pers tertulis yang diterima redaksi koranindopos.com pada Rabu (30/7/2025).
Untuk diketahui, LKPP telah menerbitkan Surat Edaran Kepala LKPP Nomor 9 Tahun 2024 yang mewajibkan seluruh proses pengadaan barang/jasa pemerintah menggunakan V6 mulai 1 Januari 2025. Sistem katalog terbaru itu telah terintegrasi penuh dengan Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) milik Kementerian Keuangan dan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD RI) milik Kementerian Dalam Negeri. Integrasi ini ditujukan untuk mempercepat proses pengadaan yang terhubung, transparan, akuntabel, serta memperluas partisipasi UMKM.
Menurut Hendrar, belanja pemerintah melalui sistem e-Katalog LKPP terus menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun. Nilai transaksi e-katalog meningkat dari Rp 83,6 triliun pada 2022, melonjak menjadi Rp 196,7 triliun pada 2023, dan terus menanjak hingga Rp 223,81 triliun pada kuartal ketiga 2024. LKPP juga mencatat pencapaian penting dalam implementasi katalog elektronik versi 6 (V6), yang kini memuat lebih dari 3,5 juta produk. Itu terdiri atas 2,9 juta produk termigrasi dan 615 ribu produk hasil kurasi hingga akhir 2024.
Menempati area seluas 2700 m², ICEF-IPFE 2025 menghadirkan ratusan brand terkemuka dari berbagai kategori industry. Di antaranya teknologi informasi dan perangkat lunak, kendaraan konvensional dan electric, videotron, interactive smartboard, drone, alat berat, permesinan, furniture, interior, sektor kesehatan, dan laboratorium. (rls/why/mmr)
















