JAKARTA, koranindopos.com – Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) raih penghargaan Barang Milik Negara (BMN) Awards dengan kategori kerjasama tata kelola antar K/L atau Peer Collaboration atas kerja sama dalam penyusunan kebijakan program asuransi BMN.
Penganugerahan diberikan secara daring oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kepada Sekretaris Utama LKPP Robin Asad Suryo dalam BMN Awards dan Lelang Awards pada Senin, (15/11).
BMN Awards Tahun 2021 merupakan apresiasi bagi Kementerian/Lembaga (K/L) yang menjadi mitra kerjasama Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), selaku pengelola barang dan telah melakukan upaya-upaya optimal dalam pelaksanaan kerjasama di bidang pengelolaan BMN. Sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas bentuk kualitas kerja dan koordinasi seluruh K/L serta bentuk motivasi bagi jajaran K/L dalam meningkatkan tata kelola pengelolaan BMN.
Sekretaris Utama LKPP, Robin Asad Suryo mengatakan, LKPP merupakan pioneer lembaga yang mengikuti program asuransi BMN. Asuransi asset dalam hal gedung dan tanah LKPP merupakan bentuk pemeliharaan dan pengamanan dari segala bentuk risiko. Baik risiko bencana alam maupun non alam, sehingga nilai asset tersebut tetap terjaga optimal.
“Dengan mengikuti program asuransi BMN, ini menunjukkan keperdulian LKPP terhadap BMN. Bayangkan jika asset itu tidak diasuransikan dan terjadi bencana, maka tentu kerugiannya akan jauh lebih besar dibandingkan jika diasuransikan. Memelihara dan menjaga asset BMN yang dipercayakan kepada kita untuk digunakan sesuai tugas dan fungsi yang kita emban dapat mempertahankan nilai asset itu sendiri. BMN bukan milik kita, tetapi kita harus merawatnya sebagaimana barang milik kita sendiri.” Tegas Robin.
Sementara itu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Sistem Informasi, dan Umum LKPP Shahandra Hanitiyo menambahkan, “ke depannya tim BMN dan Unit Kerja Pengelola Barang/Jasa (UKPBJ) LKPP akan terus berupaya mewujudkan inovasi-inovasi baru dan hal-hal lainnya di luar gedung dan tanah yang dapat direncanakan untuk diasuransikan guna mengurangi atau meminimalisir risiko yang ada ke depannya bagi LKPP”.
“Semoga kerja sama dan sinergi antar Kementerian/Lembaga dapat terus terjalin dalam pengelolaan kekayaan negara, bersama kita jaga dan optimalkan BMN untuk Indonesia tangguh Indonesia tumbuh”, tegas Shahandra. (rls/riz)










