Koranindopos.com – Jakarta. Aktor Arya Saloka kembali tampil di layar lebar lewat film drama thriller bertajuk Dendam Malam Kelam garapan sutradara Danial Rifki. Film produksi Falcon Pictures ini mempertemukan Arya dengan sejumlah aktor ternama seperti Davina Karamoy, Bront Palarae, Marissa Anita, dan Putri Ayudya. Proyek ini menandai salah satu peran paling menantang dalam karier akting Arya, baik secara fisik maupun emosional.
Salah satu adegan dalam film tersebut menjadi sorotan karena tingkat kesulitannya yang tidak biasa. Dalam sesi konferensi pers usai gala premiere yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 23 Mei 2025, Arya mengungkap cerita di balik adegan ekstrem yang harus ia jalani—yakni makan kertas dari dalam kloset.
“Kalau yang menantang buat saya itu adalah ya itu makan kertas di toilet. Itu sangat menantang buat saya, karena itu real memang saya makan,” ujar Arya Saloka di hadapan awak media.
Ternyata, proses pengambilan gambar adegan tersebut tidak berjalan sesuai rencana awal. Arya menjelaskan bahwa sebenarnya sudah disiapkan kertas food grade yang aman untuk dikonsumsi. Namun, miskomunikasi di lokasi syuting membuat eksekusi adegan menjadi tidak sesuai skenario.

“Jadi kertas itu disediakan yang bisa dimakan, tapi ada juga yang kertas asli. Nah miskomunikasi itu adalah, waktu pas adegan, Mas Danial itu diberitahukan sama astradanya, ‘itu kertas aslinya ada mas yang bisa dimakan’, ‘Oh oke’, udah cuma sampai situ,” jelas Arya.
Masalah muncul ketika adegan tersebut berjalan tanpa jeda. Arya mengaku bahwa saat tangannya masuk ke dalam kloset untuk mengambil kertas, tidak ada instruksi untuk menghentikan pengambilan gambar atau melakukan pemotongan adegan.
“Kalau pas adegan, itu memang nyobeknya masih pakai kertas asli. Dikasih tahunya sama astradanya, ‘tangan masuk (kloset) nanti di-cut’. Nah mas Danial gak ngeh itu, dikiranya sudah langsung yang (kertas bisa dimakan), makanya gak di-cut sama Danial. Jadi pas saya masuk tangan gak di-cut, ya kan saya terusin aja. Pas di sini gak di-cut juga, ya sudah mau gak mau saya makan,” tutur Arya sambil tertawa mengenang kejadian tersebut.
Adegan ini, meski tampak sederhana, menunjukkan totalitas Arya Saloka dalam berakting. Ia rela melewati batas kenyamanan demi memberikan performa maksimal di layar. Film Dendam Malam Kelam sendiri mengusung atmosfer tegang dan penuh teka-teki, dengan cerita yang membawa penonton menyusuri lorong-lorong gelap trauma dan dendam.
Dengan pengalaman syuting yang intens, film ini menjadi pembuktian bagi Arya bahwa peran menantang tidak selalu datang dalam bentuk aksi fisik berbahaya, melainkan juga dalam keputusan-keputusan kecil yang menuntut komitmen aktor secara penuh di depan kamera.










