koranindopos.com, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI A.M. Akbar Supratman menyatakan komitmennya untuk mengawal implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi. Kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Akbar, keberhasilan sektor pertanian sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur irigasi yang memadai. Karena itu, pembangunan maupun rehabilitasi jaringan irigasi harus menjadi agenda prioritas nasional guna meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga keberlanjutan produksi pangan.
“Infrastruktur irigasi merupakan fondasi utama sektor pertanian. Saya siap memfasilitasi dan mengawal pelaksanaan Instruksi Presiden agar seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan memiliki arah kebijakan yang sama dalam mempercepat pembangunan jaringan irigasi, khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah,” ujar Akbar.
Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 yang ditetapkan pada 30 Januari 2025 menjadi pedoman percepatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi melalui sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Kebijakan tersebut melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
Akbar menilai koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting agar pembangunan irigasi tidak berjalan secara parsial, tetapi menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.
“Irigasi bukan sekadar infrastruktur pendukung, tetapi investasi jangka panjang yang berdampak langsung terhadap peningkatan indeks pertanaman, efisiensi penggunaan air, produktivitas lahan, hingga kesejahteraan petani,” katanya.
Akbar menjelaskan, Provinsi Sulawesi Tengah berpeluang memperoleh dukungan anggaran yang cukup besar dalam pelaksanaan program tersebut.
Dari 12 kabupaten dan satu kota di Sulawesi Tengah, masing-masing kabupaten direncanakan memperoleh alokasi sekitar Rp25 miliar untuk pembangunan maupun rehabilitasi jaringan irigasi.
Dengan skema tersebut, total potensi anggaran yang dapat mengalir ke wilayah tersebut mencapai sekitar Rp325 miliar, di luar kemungkinan tambahan alokasi bagi Kota Palu apabila masuk dalam cakupan program sesuai ketentuan pemerintah.
Dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki saluran irigasi yang rusak, meningkatkan kapasitas jaringan yang telah ada, serta membuka kawasan pertanian produktif baru guna mendukung peningkatan produksi pangan.
Selain memperkuat sektor pertanian, Akbar menilai pembangunan jaringan irigasi akan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah.
Program tersebut diproyeksikan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, memperkuat aktivitas ekonomi di kawasan pedesaan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan produksi pangan domestik.
Ia juga menegaskan Indonesia memiliki potensi besar menjadi salah satu lumbung pangan dunia apabila didukung infrastruktur pertanian yang modern, efisien, dan berkelanjutan.
“Di Sulawesi Tengah kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Yang perlu dipastikan adalah seluruh infrastruktur pendukung pertanian tersedia dengan baik sehingga produktivitas petani dapat terus meningkat. Ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional,” tegasnya.
Sebagai pimpinan MPR RI, Akbar menyatakan akan terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Komisi V DPR RI, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, kalangan akademisi, organisasi petani, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan kebijakan yang lebih komprehensif dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur irigasi di berbagai daerah.
Akbar mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung upaya pemerintah memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
“Pembangunan irigasi bukan hanya membangun saluran air, tetapi membangun masa depan petani, memperkuat ketahanan pangan, dan menjaga kedaulatan bangsa. Semangat gotong royong dan kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan agenda besar ini,” pungkasnya. (hai)










