Koranindopos.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai negara industri dan negara modern dengan memperkuat sektor energi sebagai fondasi utama pembangunan nasional.
Menurut Presiden, transformasi ekonomi menuju negara industri membutuhkan pasokan energi yang besar dan berkelanjutan agar mampu mendukung hilirisasi, industrialisasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dan saya sudah merencanakan, dan saya sudah melihat rencana-rencana yang riil. Kita bertekad untuk menjadi negara industri, negara modern, dan kita bertekad rakyat kita harus hidup dengan baik, hidup dengan layak,” ujar Prabowo, Kamis (16/7/2026).
Presiden menyampaikan hal tersebut saat meresmikan dimulainya pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela, salah satu investasi energi terbesar di Indonesia.
Ia menilai Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah serta sumber daya manusia yang mampu mendukung percepatan transformasi ekonomi nasional.
Namun demikian, menurutnya, pemerintah juga membutuhkan dukungan investasi besar untuk membiayai pembangunan berbagai sektor strategis, mulai dari layanan kesehatan, peningkatan kesejahteraan guru dan aparatur sipil negara, hingga pembangunan infrastruktur yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, proyek-proyek strategis di sektor energi dinilai memiliki peran penting dalam menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan nasional.
“Dengan demikian, proyek semacam ini sangat penting. Saya sangat menghargai dimulainya proyek ini,” katanya.
Investasi US$20,9 Miliar
Proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd. bersama PT Pertamina (Persero) dan Petronas dengan nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp379 triliun.
Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), serta menghasilkan sekitar 35.000 barel kondensat per hari.
Presiden menilai proyek tersebut akan menjadi salah satu penggerak utama pembangunan ekonomi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang.
Hilirisasi Harus Bermuara pada Kesejahteraan
Prabowo menegaskan bahwa seluruh agenda pembangunan, termasuk hilirisasi dan industrialisasi, harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya diukur dari besarnya investasi maupun nilai produksi, tetapi juga dari peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Ekonomi harus untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi. Semua ini milik rakyat. Tanggung jawab kita adalah menjamin bahwa rakyat merasakan manfaatnya,” tegas Presiden.
Dorong Pertumbuhan Kawasan Timur Indonesia
Groundbreaking LNG Abadi Masela menandai dimulainya salah satu proyek energi terbesar dalam sejarah Indonesia yang diproyeksikan menjadi pusat industri energi baru di kawasan timur Indonesia.
Pemerintah berharap proyek tersebut mampu mendorong tumbuhnya industri pendukung, memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM, serta membuka lapangan kerja dengan mengutamakan tenaga kerja lokal dari Provinsi Maluku, khususnya Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Hingga awal Juli 2026, progres Front End Engineering Design (FEED) telah mencapai 79,56 persen, melampaui target yang ditetapkan. Penyelesaian berbagai perizinan strategis dan desain fasilitas utama juga terus dipacu untuk menuju Final Investment Decision (FID) pada akhir 2026.
Selain menjadi proyek strategis nasional, LNG Abadi Masela juga tercatat sebagai proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak tahap pengembangan. Penerapan teknologi tersebut diharapkan mendukung pengurangan emisi karbon sekaligus mempercepat agenda transisi energi nasional menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.
Dengan dimulainya pembangunan LNG Abadi Masela, pemerintah optimistis proyek tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi motor penggerak industrialisasi, investasi, dan pemerataan pembangunan ekonomi di Indonesia timur. (hai)










