koranindopos.com – Jakarta. Pada Minggu (20/10), sebanyak 228 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dilepas dalam skema penempatan pemerintah ke Korea Selatan. Acara pelepasan yang berlangsung di El Royale, Jakarta, ini dihadiri secara virtual oleh Benny Ramdhani, Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Dalam sambutannya melalui Zoom, Benny mengungkapkan bahwa ini merupakan acara pelepasan terakhir yang dipimpinnya sebagai Kepala BP2MI, khususnya dalam skema penempatan G to G (Government to Government).
Benny memulai pidatonya dengan menyinggung momen penting dalam sejarah kepemimpinan nasional. “Hari ini kita menyaksikan peralihan kepemimpinan, dengan telah dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia hasil pemilu 2024. Besok akan dilanjutkan dengan pelantikan para Menteri Kabinet untuk periode 2024-2029,” ungkap Benny.
Dalam pidato perpisahannya, Benny juga menegaskan bahwa keputusan untuk tidak masuk dalam kabinet pemerintahan baru merupakan pilihan ideologisnya. Ia menyebut bahwa partainya, yang sebelumnya mendukung pemerintahan Presiden Jokowi, kini berada di luar koalisi pemerintahan terpilih. Selain sebagai Kepala BP2MI, Benny juga memimpin Barikade 98, sebuah organisasi aktivis yang secara tegas mengambil sikap tidak bergabung dalam pemerintahan baru.
“Jadi tidak perlu direka-reka atau ditaksir. Tidak masuknya saya di kabinet adalah pilihan ideologi yang saya pertanggungjawabkan di dunia dan akhirat,” ujarnya.

Benny juga mengungkapkan bahwa keputusannya untuk mundur dari posisi Kepala BP2MI sebenarnya sudah disampaikan kepada pemerintah pada Maret 2023, saat bertemu dengan Presiden di Istana Negara. “Bahkan saat masih berkuasa, saya sudah meminta mundur di tahun 2023 untuk tidak lagi memimpin BP2MI,” tambahnya.
Ia berharap bahwa transformasi dan perubahan besar yang telah dilakukan di BP2MI dapat dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya. Benny menginginkan agar komitmen untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja migran tetap menjadi prioritas bagi pemerintahan yang baru.
Di akhir sambutannya, Benny menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran BP2MI yang telah bekerja sama selama masa kepemimpinannya. Ia juga meminta maaf jika ada kekhilafan selama ia memimpin lembaga tersebut. “Tidak ada kesempurnaan pada diri saya, karena sempurna hanya milik Allah subhanahu wa ta’ala,” ucapnya.
Benny menegaskan bahwa komitmennya untuk memperjuangkan pekerja migran tidak akan berhenti meskipun ia tidak lagi berada di posisi kekuasaan. “Saya orang yang terlanjur jatuh cinta kepada PMI dan keluarga mereka,” katanya menutup pidato, sembari mendoakan keselamatan bagi para pekerja migran yang akan menuju Korea Selatan.
Selamat Jalan PMI ke Korea Selatan
Dalam acara ini, Benny juga memberikan pesan kepada 228 pekerja migran yang akan segera berangkat ke Korea Selatan. Ia berharap mereka selamat tiba di tujuan dan sukses menjalankan tugas mereka. “Selamat jalan. Selamat tiba dengan selamat di Korea,” tutupnya.
Acara pelepasan ini menandai babak baru bagi para PMI yang berangkat ke luar negeri untuk mencari nafkah, serta menjadi momen refleksi bagi BP2MI di bawah kepemimpinan baru. (why)










