Minggu, 27 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

Pemerintah Siapkan Rp17 Triliun Bangun Ekosistem Peternakan Terintegrasi

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
27 September 2026
in Ekonomi
A A
0
Pemerintah Siapkan Rp17 Triliun Bangun Ekosistem Peternakan Terintegrasi

Foto: dok. antara

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Pemerintah menyiapkan pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan ketersediaan ayam, telur, dan susu bagi kebutuhan nasional.

Pada tahap awal, pembangunan ekosistem tersebut akan dilakukan di lima wilayah, yakni Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Gorontalo.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pembangunan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat industri peternakan nasional.

Pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp17 triliun untuk pengembangan ekosistem peternakan di sejumlah wilayah.

Artikel Terkait

659.419 Rekening Terkait Scam dan Aktivitas Keuangan Ilegal Diblokir Pemerintah

Bank Neo Commerce Jadi Official Banking Partner VOTCHA 2026 di Gunung Tangkuban Perahu

Harga Emas Antam Naik Rp 23.000, Kini Tembus Rp 2,613 Juta per Gram

“Lima pabrik pakan, DOC dan seterusnya itu selesai tahun depan. Insyaallah lima ini diresmikan tahun depan,” ujar Amran dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).

Amran menjelaskan, pembangunan tahap awal mencakup lima kawasan peternakan yang tersebar di Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, NTB, dan Gorontalo.

Untuk pembangunan lima kawasan tersebut, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,2 triliun. Sementara total anggaran yang disiapkan untuk pengembangan ekosistem peternakan di berbagai wilayah mencapai sekitar Rp17 triliun.

“Anggarannya sudah turun, beliau (Presiden) sudah tanda tangan Rp2,2 triliun untuk lima. Total anggaran yang dipersiapkan pemerintah sekitar Rp17 triliun, tetapi bukan di sini saja,” kata Amran.

Menurut Amran, pembangunan di lima wilayah tersebut terus dipercepat dan ditargetkan selesai pada 2027. Pemerintah disebut telah menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi dan penganggaran sehingga pembangunan fisik dapat segera dikebut.

“Sudah bor-bor. Targetnya tahun depan selesai. Administrasinya sudah selesai, anggarannya juga sudah selesai. Yang penting selesai dulu,” ujarnya.

Kawasan peternakan tersebut dirancang sebagai ekosistem yang terintegrasi. Rantai produksinya mencakup penyediaan pakan, pembibitan atau Day Old Chick (DOC), budidaya ayam, produksi telur, hingga pengembangan sapi perah dan susu.

Integrasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan pangan bergizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah mendorong agar kebutuhan ayam, telur, dan susu untuk program tersebut dapat dipenuhi melalui peningkatan produksi dalam negeri.

“Dari hulu ke hilir ini holistik. Ada MBG menjadi off-taker ayam, telur, susu. Kemudian di sini produksi telur, ayam, susu,” tutur Amran.

Penguatan industri pakan menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem peternakan yang dibangun pemerintah.

Amran menjelaskan, bahan baku utama pakan berupa jagung akan didorong berasal dari sentra produksi di sekitar kawasan peternakan. Dengan begitu, rantai pasok dapat dibuat lebih pendek dan biaya logistik dapat ditekan.

“Ayam butuh pakan. Pakannya dari jagung. Jagung ini nanti dari Bone, Soppeng, kabupaten tetangga, dari mana saja. Karena ini yang menjadi pakan nanti,” kata Amran.

Menurut dia, pembangunan pabrik pakan di dekat sentra produksi jagung akan mengurangi kebutuhan pengiriman bahan baku ke wilayah lain untuk diproses sebelum dikirim kembali ke daerah peternakan.

“Jadi dari hulu ke hilir ini holistik. Itu murah. Daripada jagung ini dikirim ke Surabaya, dikirim ke Jakarta, setelah jadi pakan dikembalikan,” ujarnya.

Selain pabrik pakan, pemerintah juga menyiapkan fasilitas pembibitan atau DOC untuk memperkuat ketersediaan bibit ayam di dalam negeri.

“Pabrik pakan juga akan dibangun lengkap DOC-nya, anak ayam. Tidak perlu lagi mengambil ke mana-mana. Ambil dari sini. Lengkap,” kata Amran.

Ekosistem tersebut tidak hanya berfokus pada unggas. Pemerintah juga memasukkan pengembangan sapi perah untuk meningkatkan produksi susu nasional.

Amran mengatakan peningkatan ketersediaan susu menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

“Peternakan sapi itu sapi perah, susu. Kan butuh susu anak-anak supaya tinggi besar nanti,” ujarnya.

Menurut Amran, peningkatan konsumsi susu, telur, dan ayam juga dipandang sebagai bagian dari investasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.

“Kenapa? Minum susu, telur, ayam dan seterusnya. Itu mimpi Bapak Presiden. Generasi kita adalah generasi cerdas nanti ke depan, sehingga mencapai Indonesia Emas,” kata Amran.

Di Sulawesi Selatan, salah satu kawasan pengembangan ekosistem peternakan berada di Kabupaten Bone dengan luas sekitar 150 hektare.

Pembangunan kawasan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat rantai pasok peternakan, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar kawasan.

Amran mengatakan pendekatan terintegrasi memungkinkan manfaat pembangunan tidak berhenti pada produksi peternakan. Rantai usaha juga mencakup penyediaan bahan baku, industri pakan dan pembibitan, pengolahan, distribusi, hingga penyerapan produk.

“Lokal lah. Kalau mau kerja di sini, itu kan lapangan kerja,” ucap Amran.

Melalui pembangunan ekosistem dari hulu hingga hilir, pemerintah mendorong terbentuknya rantai pasok peternakan yang lebih efisien. Program tersebut juga diarahkan untuk memperluas pasar bagi hasil produksi jagung petani, memperkuat industri pakan dan pembibitan, serta meningkatkan kapasitas produksi ayam, telur, dan susu untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi nasional.(dhil/dtk)

Topik: ekosistempemerintah

TerkaitBerita

659.419 Rekening Terkait Scam dan Aktivitas Keuangan Ilegal Diblokir Pemerintah
Bisnis

659.419 Rekening Terkait Scam dan Aktivitas Keuangan Ilegal Diblokir Pemerintah

oleh Editor : Affandy
27 September 2026
Bank Neo Commerce Jadi Official Banking Partner VOTCHA 2026 di Gunung Tangkuban Perahu
Ekonomi

Bank Neo Commerce Jadi Official Banking Partner VOTCHA 2026 di Gunung Tangkuban Perahu

oleh Editor : Affandy
27 September 2026
Harga Emas Antam Naik Rp 23.000, Kini Tembus Rp 2,613 Juta per Gram
Bisnis

Harga Emas Antam Naik Rp 23.000, Kini Tembus Rp 2,613 Juta per Gram

oleh Editor : Affandy
26 September 2026
IHSG Sepekan Anjlok 3,09%, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp 361 Triliun
Ekonomi

IHSG Sepekan Anjlok 3,09%, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp 361 Triliun

oleh Editor : Affandy
26 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

659.419 Rekening Terkait Scam dan Aktivitas Keuangan Ilegal Diblokir Pemerintah

659.419 Rekening Terkait Scam dan Aktivitas Keuangan Ilegal Diblokir Pemerintah

27 September 2026
VM Pictures Siapkan Karya Perdana untuk Tayang di Layar Lebar

VM Pictures Siapkan Karya Perdana untuk Tayang di Layar Lebar

27 September 2026
BORONG SEMBAKO: Warga memborong bahan makanan di mini market pasca bencana banjir terus meluas di Bangkok. (AFP/Wikus De Wet)

Hujan dan Banjir Bandang Landa Bangkok, Warga Panic Buying

27 September 2026
DEBUT POSITIF: Skuad Vietnam dalam satu laga. (Foto Ilustrasi: Asean United FC Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul "FIFA ASEAN Cup 2026: Vietnam Haus Gelar, tapi Tak Mau Besar Kepala", https://www.jpnn.com/news/fifa-asean-cup-2026-vietnam-haus-gelar-tapi-tak-mau-besar-kepala#goog_rewarded)

Vietnam Hajar Filipina 1-0 di FIFA ASEAN Cup 2026

27 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4755 shares
    Share 1902 Tweet 1189
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    951 shares
    Share 380 Tweet 238
  • Timnas Garuda Libas Singapura 2-0 Tapi Belum Puncaki Klasemen

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • GBK Diprediksi Padat Akhir Pekan Ini, Sejumlah Acara Digelar Bersamaan

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Jenazah Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Dimakamkan Setelah Salat Jumat

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya