AMERIKA SERIKAT, koranindopos.com – Miliarder kaliber dunia, Elon Musk, kembali menjadi buah bibir. Kali ini, CEO SpaceX tersebut dikabarkan terlibat perdebatan dengan seorang ekonom AS David Rothschild.
Itu berawal dari cuitan Musk di akun Twitter mengenai peralihan sikap politiknya. Semula, dia adalah pendukung Partai Demokrat, kemudian beralih menjadi Partai Republik. Alasannya, karena partai asal Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden itu kini menjadi partai pemecah belah dan penuh kebencian.
”Di masa lalu saya memilih Demokrat karena mereka (kebanyakan) adalah partai yang baik. Tapi mereka telah menjadi partai perpecahan dan kebencian. Jadi saya tidak bisa lagi mendukung mereka dan akan memilih Republik. Sekarang, saksikan kampanye trik kotor mereka terhadap saya terungkap,” tulis Musk di akun Twitter pribadinya dikutip pada Minggu (22/5).
Kemudian, Rothschild membalas cuitan Musk. Ia mengkritik Musk karena latar belakangnya sebagai putra dari keluarga yang memiliki tambang zamrud di Afrika Selatan sejak zaman ketidakadilan ras kulit hitam alias apartheid. ”Putra kulit putih kaya dari pemilik tambang zamrud yang tumbuh di lingkungan apartheid Afrika Selatan adalah korban nyata dalam masyarakat kita #ThoughtsAndPrayers,” tulisnya.
Atas cuitan itu, Rothschild malah diserang oleh netizen karena nama belakanganya yang identik dengan keluarga Yahudi Rothschild. Keluarga tersebut terkenal akan hartanya yang mencapai US$ 350 miliar atau setara Rp 5.132 triliun (asumsi kurs Rp14.664 per dolar AS). Namun, Rothschild mengaku tidak memiliki relasi dengan keluarga kaya tersebut. Sebab nama lengkapnya pun David Michael Rothschild dan ia berasal dari New York. (cnni/mmr)










