Selasa, 4 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Perpusnas Dorong Masyarakat Tak Langsung Percaya Jawaban AI

Editor : Akula oleh Editor : Akula
4 Agustus 2026
in Nasional, Pendidikan
A A
0
Perpusnas Dorong Masyarakat Tak Langsung Percaya Jawaban AI

Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, saat membuka Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) XVII di Hotel Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (4/8/2026). (Foto. Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Kotanindopos.com, Jakarta – Mudahnya memperoleh informasi lewat teknologi kecerdasan buatan (AI) dinilai harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat untuk memeriksa kebenarannya. Karena itu, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menilai penguatan literasi digital menjadi kebutuhan yang semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, saat membuka Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) XVII di Hotel Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (4/8/2026). Ia mengatakan, perpustakaan kini memiliki tanggung jawab yang lebih luas dibanding sebelumnya.

Menurut Aminudin, perpustakaan tidak lagi hanya berfokus pada penyediaan koleksi dan layanan informasi. Kehadiran AI membuat perpustakaan juga harus membantu masyarakat memahami cara memilah informasi yang benar dan menghindari informasi yang keliru.

“Tantangan yang dihadapi perpustakaan saat ini bukan lagi sebatas mengelola koleksi dan menyediakan akses informasi, melainkan memastikan masyarakat mampu membedakan informasi yang benar dari informasi yang menyesatkan,” ujarnya.

Artikel Terkait

Mukhtarudin Pastikan Kerja Sama PMI dengan Portugal Utamakan Pelindungan dan Kesejahteraan

Kebakaran Rumah di Gambir Berhasil Dipadamkan dalam Hitungan Menit, Tidak Ada Korban Jiwa

Prabowo Terima Medali Kehormatan Militer Kerajaan Thailand, Diakui sebagai Ikon Militer

Ia menjelaskan, kemampuan berpikir kritis menjadi bekal utama bagi masyarakat saat menggunakan AI maupun sumber informasi digital lainnya.

Dengan kemampuan tersebut, masyarakat tidak akan langsung menerima setiap informasi yang diperoleh, melainkan membandingkan dan memverifikasi terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

Aminudin juga mengingatkan bahwa AI tidak memiliki kemampuan untuk menentukan benar atau salah berdasarkan nilai moral. Menurutnya, teknologi hanya bekerja sesuai algoritma yang dibuat manusia.

“AI atau kecerdasan buatan pada dasarnya tidak memiliki etika, tidak memiliki moral, dan tidak memiliki nilai. Semua itu baru ada ketika manusia sebagai penciptanya memasukkan nilai-nilai tersebut ke dalam algoritma yang dibangun,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi, Dadang Kahmad, mengatakan perkembangan AI telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Menurutnya, perpustakaan perlu menyesuaikan diri agar tetap menjadi tempat yang relevan bagi masyarakat.

Ia menilai pustakawan juga memiliki peran baru sebagai pendamping literasi digital. Selain membantu masyarakat menemukan sumber informasi, pustakawan diharapkan dapat mengajarkan cara menggunakan AI secara tepat, memeriksa keakuratan hasilnya, serta memahami etika dalam pemanfaatan teknologi tersebut.

Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) XVII digelar pada 4–6 Agustus 2026 melalui kerja sama Forum Perpustakaan Digital Indonesia (FPDI), Perpustakaan Nasional RI, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti 281 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. (BRG/Kul)

Topik: AIPerpusnas

TerkaitBerita

Kp2MI
Nasional

Mukhtarudin Pastikan Kerja Sama PMI dengan Portugal Utamakan Pelindungan dan Kesejahteraan

oleh Editor : Hairul
4 Agustus 2026
Kebakaran Rumah di Gambir Berhasil Dipadamkan dalam Hitungan Menit, Tidak Ada Korban Jiwa
Peristiwa

Kebakaran Rumah di Gambir Berhasil Dipadamkan dalam Hitungan Menit, Tidak Ada Korban Jiwa

oleh Editor : Affandy
4 Agustus 2026
Prabowo Terima Medali Kehormatan Militer Kerajaan Thailand, Diakui sebagai Ikon Militer
Nasional

Prabowo Terima Medali Kehormatan Militer Kerajaan Thailand, Diakui sebagai Ikon Militer

oleh Editor : Affandy
4 Agustus 2026
KONTROVERSIAL: Para pelajar SD menyantap menu program makan bergii gratis (MBG). (Foto Ilustrasi: Setneg.go.id)
Nasional

APBN Gelontorkan Rp 101,1 Triliun Untuk Danai MBG

oleh Editor : Memoarto
4 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Kp2MI

Mukhtarudin Pastikan Kerja Sama PMI dengan Portugal Utamakan Pelindungan dan Kesejahteraan

4 Agustus 2026
Universitas Brawijaya Skrining Kesehatan Mental 17.000 Mahasiswa Baru, Cegah Stres Akademik Sejak Dini

Universitas Brawijaya Skrining Kesehatan Mental 17.000 Mahasiswa Baru, Cegah Stres Akademik Sejak Dini

4 Agustus 2026
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 per Gram, Simak Daftar Harga Terbaru Hari Ini

Harga Emas Antam Naik Rp7.000 per Gram, Simak Daftar Harga Terbaru Hari Ini

4 Agustus 2026
Infinix Luncurkan Film Pendek “Terekam Dalam Gelap”, Angkat Kisah Para Pejuang Malam Indonesia

Infinix Luncurkan Film Pendek “Terekam Dalam Gelap”, Angkat Kisah Para Pejuang Malam Indonesia

4 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4193 shares
    Share 1677 Tweet 1048
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    645 shares
    Share 258 Tweet 161
  • Manchester United Siapkan Skuad Baru Jelang Musim Depan

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Pemotor Tewas Setelah Terserempet Truk di Jalan Daan Mogot Cengkareng

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Kereta Bandara di Kembangan, Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya