Selasa, 11 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Perpusnas Jadi Pusat Penelusuran Memori Sejarah Bangsa

Editor : Akula oleh Editor : Akula
22 September 2025
in Nasional, Pendidikan
A A
0
Perpusnas Jadi Pusat Penelusuran Memori Sejarah Bangsa
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Sejarah selalu menyimpan banyak lapisan makna, bukan hanya sekadar kisah tentang tokoh dan peperangan, tetapi juga tentang bagaimana memori kolektif dibentuk, diwariskan, dan ditafsirkan kembali oleh generasi setelahnya. Dalam memperingati 200 tahun Perang Jawa, diskusi publik bertajuk “Pejuang, Pengasingan, dan Pembentukan Memori” yang digelar Senin (22/9) menegaskan pentingnya peran Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) sebagai gudang sumber primer yang bisa menjadi pegangan untuk menelusuri kronologi sejarah bangsa.

Penulis sekaligus peneliti sejarah, Mustaqim Asteja, menekankan bahwa masyarakat tidak boleh hanya bergantung pada satu versi sejarah. Menurutnya, setiap peristiwa selalu terkait erat dengan tokoh, tempat, dan waktu, namun tafsir atas peristiwa itu bisa sangat berbeda tergantung siapa yang menuliskannya. Ia memberi contoh bagaimana publikasi Belanda di masa kolonial cenderung mengaburkan nilai perjuangan tokoh-tokoh pribumi.

“Pangeran Diponegoro disebut Belanda sebagai pengkhianat negara dan pembuat onar,” ujarnya, mengutip publikasi tahun 1842. Mustaqim menambahkan, label semacam itu jelas menunjukkan adanya upaya untuk merendahkan martabat pejuang dan menghilangkan nilai heroik dari perlawanan yang dilakukan.

Bagi Mustaqim, memori yang ditinggalkan oleh Belanda tidak bisa diterima begitu saja. Dibutuhkan publikasi lain sebagai bahan pembanding agar gambaran sejarah lebih utuh. Ia mengingatkan bahwa Perpusnas memiliki koleksi publikasi dari 1814 hingga 1942 yang sangat penting untuk membangun kerangka sejarah kronologis. “Koleksinya di Perpusnas, dan bisa diteliti untuk membuat sejarah secara kronologis, baik sejarah daerah atau sebagai jalan masuk menyusuri arsip yang lebih dalam, melalui penelusuran digital,” tuturnya.

Artikel Terkait

EDRR Indonesia 2026 Siap Digelar, Pra-Registrasi Mudahkan Kehadiran Pengunjung

Enam Provinsi Jadi Wilayah Paling Rawan Karhutla, Pemerintah Kerahkan 43 Helikopter

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Emas 74 Kg dan Uang Rp 543 M

IMG 20250922 WA0029 - Perpusnas Jadi Pusat Penelusuran Memori Sejarah Bangsa

Pernyataan itu diamini oleh Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso. Ia menjelaskan bahwa koleksi yang dipakai dalam diskusi ini memang berasal dari Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara. Menurutnya, koleksi tersebut tidak hanya mencakup buku, tetapi juga ragam sumber lain yang langka dan bernilai tinggi.

“Koleksi-koleksi tersebut meliputi koleksi majalah langka, surat kabar langka, buku langka, naskah kuno, audio visual dan mikrofis/microfilm, foto, peta, serta lukisan yang telah didigitalkan yang terdapat dalam platform koleksi langka digital Khastara,” ungkapnya.

Platform Khastara, lanjut Joko, memungkinkan publik mengakses berbagai sumber primer secara lebih luas. Dengan teknologi digital, masyarakat tidak hanya bisa membaca latar belakang Perang Jawa, tetapi juga memahami jalannya pertempuran serta bagaimana perang tersebut membentuk kondisi sosial-politik setelahnya. “Pemanfaatan teknologi digital ini tidak hanya memastikan kelestarian materi langka tersebut dari kerusakan fisik, tetapi juga memperluas jangkauan akses bagi peneliti, akademisi, dan masyarakat umum yang tertarik untuk menggali sejarah nasional secara lebih mendalam dan kritis,” tambahnya.

Diskusi ini juga menghadirkan Erwiza Erman, sejarawan sekaligus Peneliti Utama dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ia menyoroti dampak panjang dari perang-perang di Nusantara yang menurutnya sering kali lebih dahsyat daripada tragedi perang itu sendiri. Bukan hanya tentang pertumpahan darah, tetapi juga perampasan sumber daya, hancurnya jaringan sosial, hingga pengasingan tokoh-tokoh penting yang dimaksudkan untuk memutus pengaruh mereka di daerah asal.

“Makna heroik, keteguhan moral, jiwa nasionalisme, kepemimpinan inklusif, etika, dan pluralisme tetap ‘hidup’ melalui ritual, simbol, dan interpretasi kontemporer setiap generasi,” kata Erwiza. Ia menegaskan bahwa meski banyak pemimpin diasingkan, semangat perlawanan tidak pernah benar-benar padam, melainkan bertransformasi dalam bentuk simbolik yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Peperangan yang terus menerus di berbagai tempat, di Nusantara, telah menelan korban nyawa, harta, dan berakhir dengan ‘pindahnya’ pemimpin peran ke ‘dunia pengasingan’. Bagi pemerintah kolonial, dunia pengasingan yang jauh dari daerah asal, dimaksudkan memutus rantai pengaruh dan mematikan ide perlawanan terhadap penjajah,” jelasnya.

Melengkapi penjelasan narasumber, Atikah, Pustakawan Ahli Madya Perpusnas, menegaskan bahwa koleksi Perpusnas dapat diakses dengan dua cara: datang langsung atau melalui platform digital. Ia bahkan memetakan lokasi koleksi untuk memudahkan pengunjung. “Koleksi buku langka dapat ditemukan di lantai 14, foto, peta, dan lukisan di lantai 16, koleksi audio visual di lantai 8, serta majalah terjilid di lantai 23 Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas. Sedangkan koleksi surat kabar langka dari lantai 7c sampai 9 dan koleksi kliping CSIS di lantai 7b Perpusnas Salemba,” jelasnya.

Selain Khastara, Atikah menyebut bahwa layanan lain seperti Opac Perpusnas dan e-Resources juga bisa dimanfaatkan. “Ada pula Whatsapp dan email setiap Kelompok Layanan yang ada di setiap substansi koleksi klasika,” tambahnya.

Dengan beragam koleksi tersebut, Perpusnas kini bukan hanya menjadi lembaga penyimpan dokumen, tetapi juga pusat pengetahuan yang memungkinkan publik menggali sejarah dengan cara yang lebih kritis dan inklusif. Dari publikasi kolonial hingga arsip lokal, dari naskah kuno hingga media digital, semua bisa dipelajari untuk merangkai potongan-potongan sejarah bangsa yang sering kali ditulis sepihak. (Brg/Kul)

 

Topik: literasiPerpusnasSejarah

TerkaitBerita

EDRR Indonesia 2026 Siap Digelar, Pra-Registrasi Mudahkan Kehadiran Pengunjung
Nasional

EDRR Indonesia 2026 Siap Digelar, Pra-Registrasi Mudahkan Kehadiran Pengunjung

oleh Editor : Affandy
11 Agustus 2026
Enam Provinsi Jadi Wilayah Paling Rawan Karhutla, Pemerintah Kerahkan 43 Helikopter
Nasional

Enam Provinsi Jadi Wilayah Paling Rawan Karhutla, Pemerintah Kerahkan 43 Helikopter

oleh Editor : Affandy
11 Agustus 2026
KASUS TPPU: Kejagung usut TPPU eks Jampidsus Febrie Adriansyah. (Foto: ANTARA FOTO/)
Nasional

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Emas 74 Kg dan Uang Rp 543 M

oleh Editor : Memoarto
11 Agustus 2026
Gudang Sekolah di Penjaringan Jakut Terbakar, 14 Armada Damkar Dikerahkan
Peristiwa

Gudang Sekolah di Penjaringan Jakut Terbakar, 14 Armada Damkar Dikerahkan

oleh Editor : Affandy
10 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Buntut Hoaks Isu Selingkuh, Asila Maisa dan Lesti Kejora Dipanggil Polisi Jadi Saksi Laporan Rizky Billar

Buntut Hoaks Isu Selingkuh, Asila Maisa dan Lesti Kejora Dipanggil Polisi Jadi Saksi Laporan Rizky Billar

11 Agustus 2026
10 Provinsi Asal SMA yang Dominasi Mahasiswa Baru ITB 2026, Jawa Barat Terbanyak

10 Provinsi Asal SMA yang Dominasi Mahasiswa Baru ITB 2026, Jawa Barat Terbanyak

11 Agustus 2026
Akta Kelahiran Bayi Kini Bisa Terbit di Hari yang Sama, Terintegrasi Lewat SATUSEHAT

Akta Kelahiran Bayi Kini Bisa Terbit di Hari yang Sama, Terintegrasi Lewat SATUSEHAT

11 Agustus 2026
5 Aktivitas yang Terasa Lebih Nyaman dengan Layar Besar Galaxy Z Fold8

5 Aktivitas yang Terasa Lebih Nyaman dengan Layar Besar Galaxy Z Fold8

11 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4296 shares
    Share 1718 Tweet 1074
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    683 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Dua Aksi Demo Digelar di Jakarta Pusat Hari Ini, 784 Personel Gabungan Disiagakan

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Arsenal Tak Sabar Boyong Bruno Guimaraes Dari Newcastle

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Project Based Learning Belum dan Bukan Pembelajaran Mendalam

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya