Koranindopos.com, Jakarta – Aktor sekaligus presenter Rizky Billar tengah menjadi sorotan setelah menerima pesan bernada makian dari seorang netizen melalui media sosial Instagram. Pesan tersebut dikirimkan di salah satu unggahan pribadinya dan dinilai mengandung kata-kata yang tidak pantas. Peristiwa ini memantik perhatian publik karena pengirim pesan diduga memiliki keterkaitan dengan aparat penegak hukum.
Kemarahan Rizky Billar bukan tanpa alasan. Suami dari pedangdut Lesti Kejora itu merasa unggahan pribadinya telah disusupi ujaran yang melampaui batas etika bermedia sosial. Sebagai figur publik berusia 30 tahun yang memiliki satu anak, Billar menilai tindakan tersebut bukan sekadar serangan personal, melainkan juga mencederai ruang digital yang seharusnya digunakan secara bertanggung jawab.
Kuasa hukum Rizky Billar, Sadrakh Seskoadi, mengungkapkan bahwa kliennya menyikapi persoalan ini dengan sangat serius. Ia menegaskan bahwa Billar merasa kecewa karena pesan tersebut tidak hanya bernada kasar, tetapi juga diduga dikirim oleh istri seorang aparat penegak hukum. “Udah pasti Rizky Billar sangat kecewa dengan adanya hal ini,” kata Sadrakh saat dihubungi wartawan, Senin (22/12/2025).

Menurut Sadrakh, latar belakang pengirim pesan menjadi poin penting yang tidak bisa diabaikan. Jika pesan tersebut datang dari masyarakat umum, persoalannya mungkin tidak akan berkembang sejauh ini. Namun, status pengirim yang diduga memiliki hubungan dengan aparatur negara dinilai memunculkan keprihatinan tersendiri di tengah masyarakat. “Kalau dia masyarakat biasa kita nggak terlalu banyak komentar. Cuma karena ini istri dari aparatur negara, jadi mengundang perhatian khusus dari masyarakat,” lanjutnya.
Ia menambahkan, posisi aparatur negara beserta keluarganya melekat dengan tanggung jawab moral di ruang publik, termasuk di media sosial. Menurutnya, ada batasan dan etika yang seharusnya dijaga agar tidak menimbulkan kegaduhan atau contoh buruk bagi masyarakat luas.
Sadrakh menilai tindakan pengirim pesan tersebut sebagai sesuatu yang tidak pantas dan patut dipertanyakan. Ia menekankan bahwa media sosial bukan ruang bebas tanpa aturan, terlebih bagi mereka yang memiliki keterkaitan dengan institusi negara. “Kenapa kok bisa istri dari APH menulis pesan seperti itu? Sangat tidak patut,” ujarnya.
Atas dasar itu, Rizky Billar disebut tidak ingin persoalan ini berlalu begitu saja. Ayah satu anak ini berharap ada pertanggungjawaban yang jelas agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari, baik terhadap dirinya maupun figur publik lainnya yang kerap menjadi sasaran ujaran kebencian di dunia maya.
Langkah hukum pun mulai dipertimbangkan secara matang. Pihak kuasa hukum memastikan bahwa proses menuju jalur hukum tengah dipersiapkan sebagai bentuk keseriusan dalam menyikapi persoalan tersebut. Tujuannya bukan semata-mata untuk menghukum, melainkan memberi efek jera kepada pelaku.
Ia menambahkan, apabila tidak ada itikad baik dari pengirim pesan, laporan resmi akan segera dilayangkan kepada pihak berwajib.
“Kami bersiap untuk membuat laporan polisi. Saat ini kami masih menunggu respons dari yang bersangkutan,” tegas Sadrakh.
Kasus yang menimpa Rizky Billar ini kembali mengingatkan publik akan pentingnya etika dan tanggung jawab dalam bermedia sosial. Di tengah kebebasan berekspresi, setiap pengguna dituntut untuk tetap menjaga tutur kata, terlebih ketika berinteraksi dengan figur publik yang setiap langkahnya berada dalam sorotan masyarakat luas. (Brg/Hend)









