koranindopos.com – Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Jumat pagi. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi tampil mengenakan busana adat Betawi.
Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat Betawi berwarna hitam, lengkap dengan peci hitam. Busana ini terdiri dari jas tutup berwarna gelap yang dipadukan dengan kemeja serta celana pantalon yang sejajar dengan jas. Sebuah kain batik diikatkan di pinggang dan disusun hingga mencapai paha, menambah kesan khas dari busana adat Betawi ini.
Sementara itu, Ibu Negara Iriana Jokowi tampil anggun dengan mengenakan kebaya berwarna krem, yang dipadukan dengan kain dan selendang berwarna senada, menyempurnakan penampilannya yang elegan.
Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin juga hadir dalam acara tersebut, mengenakan pakaian adat khas Melayu Palembang. Ia tampil dengan kemeja dan celana panjang berwarna hitam, serta ikat kepala dan kain di pinggang berwarna krem campur merah. Wakil Presiden didampingi oleh istrinya, Wury Estu Handayani, yang mengenakan kebaya Betawi berwarna hijau.
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana tiba di Gedung Nusantara sekitar pukul 08.56 WIB, disambut langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Ibu Wury Ma’ruf Amin. Setelah bertemu, mereka bersama-sama memasuki Ruang Rapat Paripurna, tempat di mana Presiden Jokowi kemudian menyampaikan pidato kenegaraan.
Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyampaikan Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada siang harinya, Presiden Jokowi juga dijadwalkan untuk menyampaikan pidato terkait Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2025 beserta Nota Keuangannya.
Acara ini menjadi bagian penting dalam perayaan kemerdekaan, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjalankan tugas negara dan melaporkan kinerja kepada rakyat Indonesia. Penampilan para pemimpin negara dengan busana adat dari berbagai daerah juga menambah kesan budaya yang kuat dalam peringatan tahunan ini. (hai)









