Menurut informasi yang dihimpun detikSumbagsel, putusnya jembatan gantung tersebut diduga disebabkan oleh beban berat yang terlalu banyak akibat banyaknya wisatawan yang sedang melintasi jembatan pada saat itu. Beberapa pengunjung terjatuh ke sungai yang dangkal dan berbatu, mengakibatkan sejumlah korban terluka parah.
Salah satu pengunjung, Edi, yang turut menjadi saksi kejadian, menjelaskan bahwa pada awalnya ia dan keluarganya melintasi jembatan tersebut dengan hati-hati karena melihat keramaian. “Pas kejadian itu lagi ramai memang orang yang jalan di jembatan itu jadi saya jalannya pelan-pelan. Pas sampai di tengah, jembatan goyang-goyang, kuat goyangannya sama ada suara klotak-klutuk kayak gitu. Sekitar 5 detik dari situ jembatannya langsung putus,” ungkap Edi saat dikonfirmasi.
Edi juga menjelaskan bahwa tali di sisi kanan jembatan tersebut putus, yang menyebabkan jembatan gantung langsung roboh ke arah kanan. Sekitar 50 orang diyakini sedang berada di atas jembatan tersebut saat kejadian. Mereka terjatuh ke arah Sungai Malus yang dangkal namun penuh dengan bebatuan besar.
Banyak wisatawan yang terluka akibat terjatuh ke bebatuan sungai, meskipun beberapa berhasil terjatuh ke bagian air yang lebih dalam dan tidak terluka parah. “Banyak warga yang digotong karena terluka di sungai itu. Sungai itu dangkal, tapi banyak batu-batu besar jadi banyak yang terluka karena jatuh ke bagian bebatuan itu. Untungnya saya dan keluarga tidak terluka karena kami jatuhnya di air, bukan di bebatuannya,” ujar Edi.
Para korban yang terluka segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Kapolres Lubuklinggau AKBP Bobby Kusumawardhana membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa. “Betul, warga yang terluka sudah dievakuasi ke rumah sakit dan tidak ada korban yang meninggal dunia,” ujar Bobby Kusumawardhana.
Pihak berwenang kini sedang melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti putusnya jembatan gantung ini. Sementara itu, warga setempat bersama petugas juga terus melakukan evakuasi dan pertolongan terhadap wisatawan yang mengalami luka. Meski kejadian ini menyebabkan kepanikan, namun tidak ada laporan adanya korban jiwa.
Keamanan infrastruktur wisata seperti jembatan gantung memang menjadi perhatian penting, terlebih jika jembatan tersebut digunakan oleh banyak orang dalam satu waktu. Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan pemeliharaan dan pengawasan terhadap fasilitas wisata yang ada, demi menjaga keselamatan pengunjung.
Ke depan, penting bagi pihak berwenang dan pengelola wisata untuk lebih memperhatikan aspek keamanan dan memastikan bahwa kapasitas pengunjung yang menggunakan fasilitas wisata tidak melebihi batas yang aman.(dhil)










